Minggu, 07 Agustus 2011

Fanfic Sarangeul Yuji part 11

Karna belum sarapan, Seung Ho mengajakku ke Restoran cepat saji.

"Nuna, bagaimana hubunganmu dengan Joong Ki hyung?"

"Sudah berakhir." ujarku cuek sambil sibuk menikmati sarapanku.

"Apa kau yakin?"

aku terdiam dan mengangguk. Malam saat Joong Oppa mengantarku, dia tidak mengatakan apapun soal hubungan kami.

Ponselku berbunyi. Umma...

"Ye Umma."

"Bagaimana kabar kalian?"

"Bukannya Heechul oppa menjemput Umma dan Appa?"

"Heechul? Menjemput kami?"

"Oppa bilang kalau dia sudah bersama Umma dan Appa."

"Jongmal? Tapi Heechul tidak bilang apapun pada kami."

"Mwo? Dimana dia?" aku tercekat.
Apa yang dilakukan Heechul oppa.

"Umma hanya ingin bilang kalau Appamu lebih suka tinggal disini. Kami mungkin agak lama disini. Umma buka restoran kecil-kecilan. Oppamu yang memberi modalnya. Dia juga tau rencana Umma.Tapi kenapa dia tidak bilang padamu?"

"Aku tidak tau. Aku akan menghubunginya nanti. Appa baik-baik saja bukan?" tanyaku.

"Ye. Jaga dirimu." ujar Umma lalu menutup ponselnya.

Aku mendesah nafas berat. Dimana Heechul oppa? Kenapa dia melakukan ini semua?

"Wae?" tanya Seung Ho.

"Aniyo. Ayo kita makan lagi." ujarku.

"Terjadi sesuatu dengan Heechul hyung?"

"Aniyo." ujarku.

____
Aku berbaring di kamarku sambil memeluk boneka beruang pemberian Heechul oppa. Hhh, oppa. Sebenarnya apa yang kau rencanakan. Aku mengambil ponselku dan menghubunginya. Tapi dia tdk mengangkatnya. Ku coba beberapa kali tapi tetap tidak berhasil. Aku meletakkan kembali ponselku di atas meja. Tiba-tiba ponselku berdering. Joong Ki oppa menghubungiku.

"Yeoboseo." ujarku.

"Yoo Jin-ah, apa kau mau makan malam dgnku?"

"Makan makan?" aku bingung.

"Ye. Aku sudah di depan rumahmu." ujarnya.

Aku membuka jendela kamarku. Kulihat Joong Ki oppa berdiri sambil bersandar di mobilnya.

"Oppa masuklah dulu." ujarku.

"Aku tunggu di luar saja." ujarnya.

"Tunggu aku beberapa menit."

"Baiklah."

___
Kami memasuki sebuah restoran remang-remang. Terkesan romantis dan nyaman. Joong Ki oppa memesan beberapa macam seafood. Kami menikmati makan malam tanpa banyak bicara. Beberapa kali aku melirik Joong Ki oppa. Hhh, malam ini dia sangat tampan sekali dengan kemeja hitam lengan pendeknya. Kulitnya yang lembut seperti bayi seperti bersinar. Dia benar-benar sangat tampan.

"Oppa...."

"Ye?"

"Bagaimana keadaan Ji Yeon?" tanyaku.

"Aku tidak pernah mengunjunginya lagi semenjak terakhir kita bertemu."

Kami terdiam beberapa saat. Aku mengaduk-aduk jus buahku dengan sendok.

"Joong Ki Oppa..."

"Yoo Jin-ah..."
Kami saling memanggil nama masing-masing bersamaan.

"Bicaralah..." ujarnya.

"Aku terus memikirkan hubungan kita. Apa oppa tidak mau mengulang hubungan kita lagi? " tanyaku sambil memandangi wajahnya. Wajahnya terlihat murung.

"Aku akan pergi setelah aku lulus nanti. Mungkin ini makan malam terakhir kita." ujarnya.

Aku menunduk sedih. Kurasakan airmataku keluar perlahan.

"Oppa mau pergi kemana?" tanyaku.

"Kami sekeluarga akan pindah ke Los Angeles."

"Benarkah?" aku menghapus airmataku. Aku menatapnya. Matanya berkaca-kaca.

"Kau menangis lagi karnaku."

"Oppa...
Kau tidak akan meninggalkanku di restoran sendirian lagi kan?" tanyaku. Dia berdiri.

"Ayo kita pulang." dia meletakkan beberapa lembar uang lalu menarik tanganku. Dia menggenggam tanganku erat.

Kami duduk di dalam mobilnya.

"Oppa, apa kau tau? Aku sangat mencintaimu. Jongmal saranghaeyo. Tapi aku sadar aku memang bukan orang yang baik untukmu." ujarku. Dia memegang tanganku.

"Tolong jangan bilang begitu."

"Oppa, apa aku berarti bagimu?" tanyaku.

Dia terdiam

"Ini sudah malam, aku akan pulang. Annyeong. Semoga tidurmu menyenangkan oppa." ujarku lalu menutup pintu mobil dan pergi.

"Yoo Jin-ah..." serunya.

Aku membungkukkan badan dan tersenyum lalu pergi.

Tiba-tiba dia memeluk tubuhku dari belakang.

"Jongmal mianhaeyo." bisiknya.

Aku melepas pelukannya dan menatapnya.
"Oppa, semoga oppa menemukan yg lebih baik dariku." ujarku lalu
pergi. Aku menyetop taksi . Aku menangis di dalam taksi. Pergi? Hhh, kenapa engkau harus pergi Joongpa.

____
Hari ini aku pergi ke rumah Hong Ki, teman dekat Heechul oppa. Aku harus tau dimana Heechul oppa sekarang. Aku memencet bel. Seorang namja dengan tampang cute menyambutku dengan senyum ramah.

"Yoo Jin-ah, huwah, rasanya lama sekali aku tidak melihatmu. Terakhir aku melihatmu ketika Heechul hyung mengundangku makan. Ada apa? Mari masuklah." ajaknya.

"Aku tidak lama. Aku hanya ingin mencari tau dimana Heechul oppa. Apa oppa tau?" tanyaku.

"Heechul hyung? Dia bilang dia ingin ke Taiwan. Seorang produser film mengontraknya selama 3 bulan. Hyung juga sedang sibuk menyiapkan single terbarunya. Apa kau benar-benar tidak tau?"
aku menggeleng lemah.

"Oppa tau alamat dia tinggal?"

Fanfic Sarangeul Yuji part 10

Siang itu Seung Ho datang mengunjungiku di coffee shop. Aku menghidangkannya secangkir kopi panas dan sepiring cake.

"Sesuatu terjadi pada Ji Yeon. Kemarin dia terjatuh dari tangga kampus." aku terkejut.

Aku bergegas ke rumah sakit sepulang dari coffee shop.

"Gwaenchana?" tanyaku pada Ji Yeon.

"Yoo Jin-ah, mianhaeyo karna aku telah merebut Joong Ki oppa darimu." ujarnya.

"Kenapa kau bilang begitu? Aku bukan pacar yang baik buat Joong Ki oppa. Dan dia berhak untuk memutuskanku." ujarku sambil tersenyum pahit.

"Mianhae, mianhaeyo Yoo Jin-ah." ujar Ji Yeon mulai menangis.

"Aku telah berbohong pada kalian. Aku bilang pada Joong Ki oppa kalau aku sakit kanker otak dan mendesak ibuku untuk meminta Joong Ki oppa menjagaku. Semua itu hanya keinginanku supaya Joong Ki oppa bersamaku. Aku benar-benar minta maaf karna telah menyakitimu. Satu hal yang perlu kau tau Joong Ki oppa sangat mencintaimu. Dia pernah menangis saat melihatmu menangis. Malam ketika dia memutuskanmu, dia menangis di depanku. Aku merasa sangat bersalah Yoo Jin-ah. Mianhaeyo. Tolong relakan Joong Ki oppa untukku." ujarnya. Dia terisak.

"Aku mendoakanmu supaya cepat sembuh. Aku harus pulang sekarang. Semangatlah." ujarku lalu pergi. Tanpa terasa airmataku mengalir. Benarkah? Benarkah Joong Ki oppa masih mencintaiku?


"Yoo Jin-ah." Joong Ki oppa memanggilku. Aku menghapus airmataku.

"Ye oppa?" aku membalik sambil menundukkan kepalaku.

"Sudah mau pulang?" tanyanya. Aku hanya mengangguk lalu melangkah pergi.

"Yoo Jin-ah." dia menarik tanganku.

"Aku antar." ujarnya.

"Tidak usah oppa. Aku naik bus saja." ujarku.

"Tolonglah." pintanya.

"Baiklah." ujarku. Kami lalu menuju tempat parkir dan menaiki mobilnya.

Sepanjang perjalanan kami hanya diam. Sampai di rumah aku membungkukkan badanku.

"Gamsahamnida." ujarku lalu berbalik membuka pagar rumah.

"Yoo Jin-ah, apa kau sangat membenciku sampai kau tidak mau melihatku." aku menunduk sedih. Dia membalikkan badanku dan menatap wajahku lekat.

"Mianhae Yoo Jin-ah." ujarnya lalu memeluk tubuhku.

"Aku tau perasaanmu. Pasti sakit dan kecewa. Mianhaeyo." ujarnya. Aku terisak di bahunya.

"Mianhaeyo, aku cuma bisa membuatmu menangis." dia melepaskan pelukannya, lalu mencium bibirku lembut dan menghapus airmataku.


"Jangan menangis karna aku lagi." ujarnya sambil membelai rambutku lembut. Aku mengangguk walau airmataku masih menetes.

"Masuklah." ujarnya.
Aku membuka pintu pagar.

"Annyeonghi jumuseyo." ujarku lalu masuk ke dalam.

____
Musim panas telah datang. Aku membuka jendela kamarku dengan senyum cerah. Matahari memasuki jendela kamarku.

"Nuna!" teriak Seung Ho. Sepertinya dia masih bangun tidur. Wajah dan rambutnya acak-acakan, sama sepertiku.

"Kau baru bangun?" tanyaku.

"Ye. Nuna juga kan?" tanyanya. Aku mengangguk.

"Hari yang cerah." ujarku.

"Nuna benar. Tapi lebih cerah kalau Nuna mandi dulu."

aku menatapnya. Dia tersenyum mengejek.

"Kau sendiri belum mandi." ujarku.

"Ya sudah aku mandi dulu." ujarnya lalu pergi.

"Mau jalan-jalan denganku?" teriakku. Seung Ho menghentikan langkahnya.

"Jalan-jalan?" tanyanya. Aku mengangguk.

"Baiklah." ujarnya sambil tersenyum manis.


____
Kami berjalan dengan santai menikmati hangatnya sinar matahari di atas jembatan dekat Sungai Han.

"Seung Ho-ah, kau tau..."

"Hm?" tanyanya sambil menikmati susu kotak yang kubawa dari rumah.

"Hal yang paling aku inginkan adalah pergi menikmati hari pertama musim panas di bawah sinar matahari yang hangat bersama orang yang aku cintai. Apa aku bisa melakukannya?"

Dia menatapku dalam-dalam dan memegang kedua pundakku.

"Anggap saja aku orang yang kau cintai."

"Mwo?" tanyaku. Suaranya tidak begitu jelas karna dia menggigit kotak susu dan menahannya dengan bibirnya. Aku menarik kotak susu itu.

"Aniyo. Aku cuma bilang Nuna pasti bisa mewujudkannya."

"Jongmal?" tanyaku. Dia mengangguk dan menarik kembali kotak susunya lalu meminumnya.

"Ayo kita jalan lagi." dia merangkul pundakku.

"Ayo." ujarku.
Aku menarik nafas segar. Tiba-tiba Seung Ho menarik pipiku. Aku mengejarnya dan melemparnya dengan kotak susu bekas. Dia tertawa. Cukup manis.

Jumat, 05 Agustus 2011

Fanfic Love Story part 10

_DONG HAE STORY_
Aku menarik Jun Ki yg baru keluar dari kantor wali kelasnya.

"Tolong katakan padaku apa yg terjadi pada Hyo Mi." ujarku padanya.

"Wae? Kenapa aku harus mengatakannya padamu?" ujarnya sinis sambil melepas tanganku.

"Apa kau melakukan sesuatu padanya? Kau menyakitinya lagi?"

"Hyak! Apa hanya kejahatan yg terlintas di pikiranmu? Berhentilah menggangguku." ujarnya lalu pergi. Aku menatapnya kesal lalu masuk ke ruang wali kelas Hyo Mi.

_HYO MI STORY_
Ini sudah seminggu lamanya aku tidak masuk sekolah. Diluar salju tebal menutupi jalanan yg sepi. Butiran-butirannya yg halus turun dari atas langit. Aku sangat merindukannya. Wajah sendu itu. Cho Kyu Hyun.

Aku mengambil mantel dan topi bulu lalu memakainya.

"Omma, aku ingin makan mie cina. Aku pergi dulu." pamitku pada Omma yg sedang menonton di ruang tengah.

"Ye, bawakan satu untukku." ujarnya.

"Ye omma, aku pergi." ujarku.

Aish, di luar dingin sekali. Aku berjalan menuju halte bus. Menaiki bus yg lumayan penuh. Aku memperhatikan ke sekelilingku tapi ku urungkan. Mana mungkin dia ada disini. Aku mengusap-usap tanganku yang dingin. Aish, sial. Kenapa aku bisa lupa memakai sarung tanganku.

Bus berhenti di halte berikutnya. Aku turun. Tapi aku tidak bisa keluar karna seorang namja di sampingku juga ingin keluar. Intinya, pintu bus ini tidak cukup mengeluarkan dua orang sekaligus. Kami saling pandang.

"Kyuhyun-ssi.." ujarku terkejut. Dia tersenyum manis.

"Anyeong haseo Hyo Mi-ssi, silahkan keluar duluan." ujarnya. Aku menurut.

Kami turun di halte.

"Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi." ujarku. Rasanya seperti terkena badai salju, aku merasakan hatiku bergetar saat melihatnya lagi. Dia sangat tampan.

"Odika?"

"Aku ingin makan mie cina." ujarku.

"Boleh aku menemanimu?" tanyanya.

Aku menatapnya tidak percaya.

"Baiklah. Ayo." ujarku.

Kami berjalan beriringan. Salju turun semakin lebat. Aku menggigil. Kyuhyun menarik tanganku dan mempercepat jalan kami. Aku termangu di buatnya. Genggamannya begitu hangat.

Kami tiba di restoran china dan duduk berhadapan. Kyuhyun memesankan 2 mangkuk mie cina.

"Rasanya sudah lama kita tidak bertemu." ujar Kyuhyun dengan raut wajah ceria.

"Bagaimana kabarmu?" tanyaku

"Baik. Baik sekali. Bahkan setelah bertemu denganmu aku merasa jauh lebih baik dari pertemuan-pertemuan sebelumnya." ujarnya sambil tersenyum lagi. Hatiku bergetar melihat senyumnya, lagi.

Mwo? Apa yg dia bilang tadi? Dia senang kalau bertemu denganku? Aku tersenyum cerah.

"Aku penasaran dengan tugas matematika yg kita kerjakan saat itu." ujarnya

"Haha... Benarkah?" tanyaku sambil tertawa menutupi kebodohanku.

huft, ternyata dia cuma ingin tau nilai dari tugas itu. Tidak ada maksud lain.

_KYU HYUN STORY_
Aish, apa yg ku bilang tadi? Ternyata sangat sulit untuk bilang, 'aku merindukanmu.' Hhh, apa-apaan ini. Mana mungkin aku berani bilang seperti itu padahal belum lama ini kenal.

Tapi aku melihat Hyo Mi sedikit kecewa atas ucapanku tadi.

Pesanan kami datang.

"Selamat makan!" ujar kami dengan semangat dan secara bersamaan. Kami saling pandang kemudian tertawa lalu mulai menikmati.

_HYO MI STORY_
Aku terpukau melihatnya tertawa. Dia benar-benar sangat tampan. Hatiku bergetar lagi. Apa ini? Apa yg ku rasakan saat ini?

"Ini pertama kalinya aku kesini. Walaupun sering mampir tapi ini pertama kalinya aku mencoba masakan cina disini. Ternyata rasanya super lezat." ujarnya.

Aku tersenyum.

"Ini restoran cina favoritku. Setiap akhir pekan aku selalu mampir."

"Benar-benar pelanggan yg setia." ujarnya. Aku kembali tersenyum.

"Setelah ini kau akan kemana?" tanyanya.

"Mungkin pulang."

"Mau menemaniku?"

Omo, dia mengajakku pergi berdua?

"Kemana?" tanyaku dengan semangat.

"Ke halte, menunggu bus." ujarnya.

Aku menekan ludah. Mwo? Hanya itu?

"Baiklah." ujarku sambil tersenyum.

"Ah, aniyo. Aku hanya bercanda." ujarnya.

_KYU HYUN STORY_
"Apa kau masih lapar?" tanyaku.

Dia menatapku ragu.

"Karna kau telah mentraktirku makan mie cina, aku juga akan mentraktirmu makan sup pedas. Ayo." ujarku sambil menarik tangannya.

"Tunggu, aku akan memesan satu lagi untuk ibuku." ujarnya.

"Baiklah aku tunggu di luar." ujarnya.

_HYO MI STORY_
Huwah, hari ini aku sangat beruntung. Bagaimana mungkin namja tampan ini mengajakku makan lagi? Apa dia tau perasaanku yg tidak mau cepat-cepat lepas darinya?

Dia mengantarku sampai ke depan pintu pagar rumahku setelah kami menikmati sup pedas yg benar-benar enak.

"Jadi ini rumahmu?"

aku mengangguk.

"Ah ya sudah cepat masuk, aku harus cepat-cepat pulang sebelum kau usir."

aku tertawa pelan.

"Kenapa tertawa?" dia menatap tanganku.

"Lihat tanganmu. Sudah membeku begitu. Apa kau mau tanganmu terlihat lebih jelek dari kulit wajahmu?" tanyanya dengan nada lucu.

Aku tertawa lagi.

Kamis, 04 Agustus 2011

Fanfic Love Story part 9

_DONG HAE STORY_
Aku berusaha mencari tahu apa yg sebenarnya terjadi pada Hyo Mi. Dua hari dia tidak masuk sekolah. Teman-teman sekelasnya seolah-olah menutupi apa yg terjadi padanya. Hhh, aku benar-benar menyesal telah menolaknya waktu itu. Mungkin saat itu dia benar-benar sangat membutuhkan bantuanku.

Ini ke 7 kalinya aku masuk kelas Hyo Mi untuk hari ini. Namja itu menatapku kesal.

_JUN KI STORY_
Aish, lagi-lagi dia datang. Hyo Mi-ah, sebenarnya kau itu seperti apa. Kenapa terlihat sangat spesial untuk Dong Hae sampai-sampai tiap hari dia datang ke kelas kita untuk menanyakan pertanyaan yang sama. Apakah Hyo Mi sudah datang?

Baiklah, ini saatnya untuk bicara terus terang padanya sebagai ungkapan menebus rasa bersalahku padamu.

"Sebenarnya apa yg kau inginkan darinya? Kenapa setiap hari kau harus datang ke kelas kami?"

"Apa aku merepotkanmu? Kenapa kau harus keberatan? Ini semua aku lakukan untuk menebus kesalahanku padanya karna menolak membantunya waktu itu. Apa kau tidak bisa untuk tidak menyulitkannya setiap hari? Kau tau bagaimana sakitnya jika menjadi Hyo Mi?"

"Hyak! Kenapa kau malah menasehatiku? Kau sendiri juga tidak melakukan sesuatu yg baik untuknya."

"Kau tau perasaan menyesal itu seperti apa? Itulah yg ku rasakan sekarang. Menyesal dan merasa bersalah. Dan aku kecewa padaku sendiri karna tidak bisa menjadi teman yg baik untuknya. Aku malah membuatnya menderita karna masalah yg kalian timbulkan." dia lalu pergi.

Aku terpaku. Apa yg telah ku lakukan pada Hyo Mi? Aku hanya merasa bersalah tanpa melakukan apapun untuk membuat Hyo Mi kembali. Sedangkan namja itu, dia begitu peduli pada Hyo Mi. Aku tidak bisa menerima itu. Aku harus membawa Hyo Mi kembali ke sekolah lagi. Ya karna aku mulai menyukainya. Aku mulai menyukainya. Aku merasa ada yg hilang saat dia tidak ada. Aku tidak bisa membiarkan orang lain yg melakukan ini untuk Hyo Mi. Aku harus melakukannya dengan caraku sendiri.

_KYU HYUN STORY_
Dingin. Itu yang ku rasakan saat ini. Biasanya saat pulang sekolah seperti ini, dia akan duduk di sebelahku dengan wajah beku karna kedinginan dan senyum hangat. Aku menoleh ke sebelahku. Seorang ahjuma sibuk menelepon dengan suaranya yg nyaring dan hampir memekakkan telinga.

Kemana dia? Dia menghilang selama 2 hari ini. Apa yg sedang di lakukannya? Mungkinkah dia punya mobil baru sehingga tidak perlu capek-capek menunggu bus di tempat pemberhentian halte. Cho Kyu Hyun, sadarlah, kalian hanya tidak sengaja bertemu.

_HYO MI STORY_
Aku duduk di meja belajarku sambil membahas soal-soal. Pukul 8 lewat. Huwah malam ini dingin sekali. Aku teringat dengan namja yg sering ku temui di Bus saat pulang sekolah. Senyumannya yang manis itu. Ah, sepertinya aku mulai merindukannya.

"Hyo Mi-ah, temanmu datang." Omma membuka pintu kamarku.

"Teman? Aniyo. Aku tidak punya teman omma."

"Jadi namja yg di depan itu siapa? Namjachingumu?" tanya Omma.

"Omma, aku samasekali tidak punya pacar. Baiklah aku akan menemuinya."
ujarku. Aku turun ke lantai dasar. Aku melihat Lee Jun Ki duduk di ruang tamu.

"Anyeong haseo Hyo Mi-ah." sapanya dengan canggung.

"Ada apa?" tanyaku sambil duduk di depannya.

"Bagaimana dengan sekolah barumu?" tanyanya.

"Aku samasekali belum masuk sekolah." ujarku.

"Benarkah?" tanyaku.

Aku mengangguk.

"Apa kau mau kembali lagi ke kelas kita?"

"Itu hal yang mustahil. Bukankah kalian semua tidak menyukaiku? Dan aku yakin kalian begitu senang saat aku keluar." ujarku.

"Aku akan melakukan sesuatu untuk membuatmu kembali ke sekolah." ujarnya.

"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau seperti ini? Aku tidak ingin menyusahkan siapapun."

"Tapi bukannya kamu ingin tetap di sana sampai ujian kelulusan tiba?"

"Pulanglah, ini sudah malam." ujarku.

"Aku pasti akan melakukannya. Kau tetap bisa belajar sampai kau masuk ke dalam universitas pilihanmu. Calcayo." ujarnya lalu pergi. Aku melongo dibuatnya.

_JUN KI STORY_
Aku menemui wali kelas kami di jam istirahat.

"Ada apa?"

"Kalau aku mengakui aku yg telah memasukkan dompet-dompet itu ke dalam tasnya, apa Hyo Mi bisa masuk sekolah lagi?" tanyaku.

"Kenapa? Bukan kau yg melakukannya kan?"

"Kalau Hyo Mi bisa sekolah lagi aku akan mengaku sebagai pelakunya." ujarku.

"Kenapa kau bicara seperti itu? Kau ingin Hyo Mi menderita lagi karna ulah kalian. Lagipula pindah sekolah bukan hal yg sulit untuknya. Dan ayahnya mampu memasukkan ke sekolah yg lebih berkualitas tanpa perlu mendapat perlakuan kasar dari teman-teman sekelasnya."

aku menunduk. Ah, jadi begitu. Pihak sekolah sengaja mengeluarkan Hyo Mi dari sekolah untuk menghindarkannya dari kemungkinan-kemungkinan buruk yg akan terjadi nantinya.
Benarkah seperti itu?

Ah, aku benar-benar merasa sangat merindukan saat-saat melihat kebodohannya. Hyo Mi-ah, apa kau pernah merasakan hal seperti ini?

Rabu, 03 Agustus 2011

Show Me Your Love part 2

Siwon dan yeoja itu pergi bergabung dengan senior lainnya. Shin Bi menatap ke arah namja di sampingnya dengan tatapan tajam.

"Wae? Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau tertarik denganku?"

"Mwo? Omo.. Kenapa aku harus tertarik dengan orang menyebalkan sepertimu?" Shin Bi makin menatapnya kesal.

"Apa kau marah karna tidak mendapat perlakuan khusus darinya? Kau harus belajar banyak dariku untuk mendapat perlakuan khusus tanpa harus lelah berlari mengikuti perintah dari senior-senior tidak berkualitas seperti itu."

Shin Bi baru sadar kalau Namja itu memang mendapat perlakuan khusus. Namja itu samasekali tidak diberi hukuman. Shin Bi menghabiskan minuman kalengnya dengan kesal. Lalu melemparkannya tepat mengenai dahi namja itu.

"Itu untuk kesombonganmu." ujar Shin Bi lalu pergi dengan santai.

"Hyak! Ini sakit sekali." teriak Heechul sambil memegangi dahinya.

"Kim Heechul-ssi, gwaenchana?" seorang yeoja menghampiri namja yg ternyata Heechul itu.

Shin Bi berbalik dan kaget melihat yeoja itu. Dia kan senior yg membentak Heechul tadi kenapa situasinya jadi terbalik begini.

"Aish, hyak! Apa yg telah kau lakukan padaku? Kau ingin cari mati. Aku pasti akan membalasmu."

Shin Bi berjalan dengan cuek.
"Aku berharap tidak bertemu dengannya lagi. Benar-benar namja yg menyebalkan." ujarnya lalu bergabung dengan yg lainnya. Shin Bi kembali asyik memandangi Siwon. Dia benar-benar sangat tampan dan sempurna.

____
Shin Bi masuk ke dalam kelasnya yg berisik. Shin Bi duduk di bangku kosong dekat jendela. Dari sini aku pasti bisa memperhatikan Siwon oppa.

"Anyeong haseo." yeoja yg duduk di depan Shin Bi menyapanya ramah.

"Ne, anyeong haseo." Shin Bi membalasnya dengan senyuman.

"Joneun Ah Joo Ra imnida."

"Joneun Oh Shin Bi imnida. Aku tidak melihatmu saat orientasi mahasiswa baru semalam."

"Oh itu, aku tidak menyukai hal-hal seperti itu."

Pintu terbuka dengan keras. Kim Heechul masuk dengan gayanya yang cool.

Shin Bi memandanginya dengan kesal. Aish, kenapa aku harus satu ruangan dengannya.

"Huwah, dia keren sekali." ujar Joo Ra.

"Mwo? Dia itu orang yg angkuh dan suka berbuat seenaknya. Benar-benar orang yg sangat menyebalkan."

"Benarkah? Tapi dia sangat keren sekali."

Kim Heechul berjalan dan duduk di belakang tempat duduk Shin Bi.

"Huh, kau lagi. Kenapa kau harus mengambil tempat duduk di depanku?" ujar Heechul sinis.

"Apa yg kau pikirkan? Harusnya aku yg bilang begitu." ujar Shin Bi kesal.

"Kenapa kau tidak mengatakannya?"

"Hyak! Kau benar-benar membuatku kesal." ujar Shin Bi.

Joo Ra tersenyum ke arah Heechul.

"Anyeong haseo." ujarnya.

Heechul menatapnya sinis.

"Siapa kau? Apa kau mengenalku?"

Joo Ra membalikkan badannya dan menunduk.

"Benar-benar menyebalkan." gumam Shin Bi.

Heechul menyanyikan sebuah lagu jazz.

"Aish, selera musiknya juga sama buruknya dengan suaranya." gumam Shin Bi lagi.

Heechul menendang kursi Shin Bi.
"Hyak! Kau pikir aku tidak mendengar gumamanmu yg memekakkan telingaku ini."

"Wae? Kalau kau tidak senang kau bisa menutup telingamu rapat-rapat." ujar Shin Bi sambil menatap Heechul tajam.

"Kau..." Heechul menatapnya geram.

"Wae? Kau kesal? Bukankah kau yg memulainya lebih dulu?" tanya Shin Bi.

Seorang dosen masuk, mereka menghentikan debat sesaat mereka.

Kuliah di mulai. Shin Bi merasa bosan. Aish, kenapa universitas semahal dan sekeren ini punya dosen yg sudah tua dan tidak bersemangat begitu. Shin bi mengarahkan pandangannya ke luar jendela. Beberapa namja sedang bermain bola basket di lapangan bawah. Matanya tertuju pada sosok Siwon yg sedang mendrible bola. Huwah, dia keren sekali. Oppa-ku.... Shin Bi tersenyum kegirangan. Dia mengambil ponselnya dan membuka jendela. Membidik Siwon dengan pose paling keren dan siap mengambil gambar.

"Klik...." ternyata Shin Bi lupa mengatur suara dari kamera ponselnya. Shin Bi memandang seisi kelas dengan pucat karna malu. Semua memandanginya sambil geleng-geleng kepala.

"Memalukan sekali." ujar Heechul dengan suara keras. Shin Bi menatap ke belakang dengan kesal.

Selasa, 02 Agustus 2011

Show Me Your Love part 1

Anyeong haseo ^^

Lagi-lagi ga ada kerjaan jadi mending buat Fanfic aja kali ea. Nah, fanfic ini khusus w buat untuk Eonnie w yg dapet-dapet secara ga sengaja.
#plakk, di tampar Yeni Eonnie.

Yesungdahlah, langsung kita baca aja yuk. Ea moga aja asik buat di baca.

Casting:
> Yeni Elfera as Oh Shin Bi
> Choi Siwon as Choi Siwon
> Kim Heechul as Kim Heechul

Hari pertama masuk kampus.....
Oh Shin Bi tersenyum cerah. Hm, jadi ini kampus yg dimana Choi Siwon oppa berada. Huwah, Inha University benar-benar keren.

Shin Bi berjalan dengan santai memasuki kampus sambil terus menggumam memandangi kemewahan universitas idamannya. Sebenarnya sih bukan karna kemewahannya. Tapi karna Choi Siwon, namja yg sudah di sukainya sejak SMA masuk di universitas ini, Shin Bi mati-matian belajar selama sebulan. Rela ga makan malam bahkan rela ga keluar dari kamar. Dongsaeng dan Omma-nya hanya geleng-geleng kepala melihat kebiasaan baru Shin Bi.

"Hyak! Apa kau tidak bisa jalan lebih cepat lagi?" seorang yeoja lebih tepatnya seniornya membentak dengan tampang kesal.

Shin Bi melirik kesana kemari mencari tau siapa yg sedang di bentak. # ga tanggap situasi nih.

"Hyak! Apa kau mau mempermainkanku?" yeoja itu berjalan ke arah Shin Bi dengan marah. Shin Bi hanya memandanginya dengan raut wajah innocent, tanpa merasa bersalah samasekali. Yeoja itu ingin memukulnya dengan buku yg di bawanya tapi seorang namja menghentikannya.

"Jangan lakukan itu. Citramu akan buruk dikalangan junior."

Shin Bi menatap namja itu tanpa berkedip. Untuk sesaat dia hanyut untuk menikmati wajah tampan sang namja yg selama ini dia rindukan.

Choi Siwon Oppa....

Oh Shin Bi memandangi namja itu lekat-lekat, takut kalau-kalau itu bukan Siwon.

"Gwaenchana?" tanya Siwon.

Masih diam tidak ada jawaban. Oh Shin Bi masih asyik memandangi wajah tampan itu tanpa bergeming sedikitpun seperti anak-anak yg ingin meminta permen.

"Mianhae, neon gwaenchana?" tanya Siwon lagi kali ini agak risih karna dipandangin mulu.

Siwon mengguncang-guncang bahu Oh Shin Bi berusaha menyadarkannya. Shin Bi tersadar kalau dia sudah terlalu lama berdiri memandangi Siwon, yg juga memandanginya dengan bingung. Shin Bi merasa malu.

"Mianhaeyo." ujar Shin Bi sambil sedikit berlari meninggalkan Siwon dan yeoja itu yg bengong melihat sikap Shin Bi.

Shin Bi bergabung dengan mahasiswi baru lainnya. Dia sedikit menunduk untuk menutupi wajahnya yg memerah. Aish, apa-apaan itu tadi? Kenapa aku bisa berlebihan seperti itu di depannya? Omona, apa yg aku lakukan kalau aku bertemu dengan Siwon oppa lagi? Tapi dia benar-benar sangat tampan setelah setahun lebih aku tidak bertemu dengannya.

"Karna kau terlambat aku akan memberikanmu hukuman. Sekarang kau berlari sebanyak 3 kali mengitari halaman kampus ini." ujar yeoja yg membentak Shin Bi tadi.

Shin Bi melakukannya tanpa banyak bicara. Di saat Shin Bi berlari, seorang senior memarahi seorang namja junior yg baru datang.

"Hyak! Apa kau pikir ini kampus nenek moyangmu?"

Seorang namja berjalan tanpa memperdulikannya. Di telinganya bertengger sebuah Headset. Dia berjalan dengan gayanya cool. Shin Bi memandanginya dengan sinis. Aish, namja itu berlagak seolah-olah ini sekolahnya.

"Cepat teruskan hukumanmu." seorang senior tiba-tiba berdiri di depan Shin Bi dan membentaknya. Shin Bi terkejut dan langsung lari.

Apa-apaan ini? Dia kan bisa bicara dengan nada pelan. Apa dia mau membuatku mati karna serangan jantung? Aish, kenapa aku harus mendapat hukuman memalukan seperti ini. Setelah sekian lama tidak bertemu dengan Siwon oppa, aku harus melakukan ini di hadapan dia dan teman-temannya. Hhh, ini menjengkelkan.

Shin Bi duduk di pinggir lapangan dengan nafas terengah-engah. Apa senior disini gila? Mereka menyuruhku berlari di musim panas seperti ini.

"Ini minumlah."

Shin Bi menatap namja yg memberikannya sekaleng softdrink. Siwon oppa.....

Shin Bi memandangnya dengan takjub. Benarkah? Benarkah yg di lakukannya ini padaku? Dia mulai memberikan perlakuan khusus untukku. Shin Bi tersenyum manis dan ingin mengambil minuman kaleng itu dari tangan Siwon. Tapi namja cool yg datang telat tadi merebutnya lebih dulu. Shin Bi kesal.

"Hyak! Minuman kaleng itu milikku. Kenapa kau merebutnya dariku? Siwon oppa hanya memberikannya untukku." ujarnya kesal.

"Mwo? Hahaha. Kau pikir dia khusus memberikan minuman kaleng ini untukmu. Perhatikan ke sekelilingmu. Semua mendapat minuman kaleng yg sama. Ini bukan minuman kaleng satu-satunya yg di berikan untukmu. Sadarlah." ujar namja itu tertawa sinis.

Shin Bi menatap ke sekeliling. Benar. Semuanya memegang minuman kaleng. Jadi ini bukan perlakuan khusus? Shin Bi merasa kecewa dan malu.

"Tidak apa-apa. Aku akan mengambilkannya lagi untukmu." Siwon memanggil seorang yeoja dan menyuruhnya memberikan minuman kaleng untuk Shin Bi. Shin Bi menerimanya dengan canggung.

"Gomawo." ujarnya.

Senin, 01 Agustus 2011

FANFIC LOVE STORY part 8

_JUN KI STORY_

Hyo Mi masuk ke kelas dengan murung. Dia mengambil tasnya dan berjalan keluar. Aku merasa sangat bersalah.

"Hyo Mi-ah...." aku menarik tangannya. Dia berhenti dan menatapku tanpa bicara.

"Kau mau kemana?" tanyaku.

"Aku dikeluarkan dari sekolah ini. Wae? Bukannya ini yg kau inginkan?" tanyanya. Tapi itu hanya pikiranku, nyatanya dia masih tetap ramah dan tersenyum.

"Aku tidak akan menyulitkan kalian lagi. Dan aku berharap aku tidak membuat masalah untuk kalian lagi. Walaupun keinginanku untuk tetap tinggal di sekolah ini tidak tercapai, aku harus tetap mencapai cita-citaku di sekolah lain. Anyeong Jun Ki-shi." ujarnya sambil tersenyum manis.

Aku terpaku melihatnya. Apa-apaan ini? Dia tidak membenci bahkan memarahiku setelah apa yg telah aku lakukan padanya.

_HYO MI STORY_
Aku berdiri di depan kantor menunggu keputusan dari kepala sekolah. Appa ada di dalam. Aku menunggu dengan khawatir.

Tanpa terasa aku menangis. Aku telah mengecewakan appa-ku untuk menjadi anak yg terbaik untuknya. Ternyata ini benar-benar sangat sulit untuk diwujudkan.

Appa keluar dari ruangan kepala sekolah.

"Hyo Mi-ah..." appa memanggilku.

Aku cepat-cepat menyeka airmataku dan menunduk di hadapannya.

"Mianhamnida, appa." ujarku tanpa berani menatap wajahnya.

"Waeyo?"

"Aku telah mengecewakanmu." ujarku.

"Aniyo. Kau yg terbaik." ujar Appa sambil merangkulku ke luar sekolah.

"Bagaimana? Apa keputusannya?" tanyaku.

"Kau harus pindah ke sekolah yg lebih baik." ujarnya.

"Ini sangat menyakitkan. Aku harus keluar dari sekolah karna tuduhan pencurian." ujarku.

"Kau tidak mencurinya. Percayalah semuanya akan baik-baik saja." appa membukakan pintu mobilnya untukku. Aku mengangguk memberi hormat kemudian masuk.

_DONG HAE STORY_

Saat mengeluarkan buku dari tasku, aku ingat Hyo Mi menitipkan sesuatu untukku. Aku mengambil bingkisan yg di bungkus rapi. Aku cepat-cepat membukanya. Ada sebuah jam tangan unik dan sebuah surat di dalamnya. Tulisannya sangat indah dan rapi.

"Anyeong Dong Hae-shi. :)

Saat kau bilang kita berteman, aku merasa hatiku meledak-ledak karna merasa begitu bahagia. Ini kali pertama aku menemukan orang yg ingin berteman denganku. Sebagai awal pertemanan kita, ini aku berikan untukmu. Semoga kita bisa berteman selamanya."

Aku terpaku. Apa yg telah aku lakukan padanya? Hanya karna rasa suka sesaatku pada Shin Kyung aku tega membuatnya harapannya kecewa. Aku bergegas ke kelas Hyo Mi. Pasti dia mendapat gangguan dari anak sekelas lagi.

_JUN KI STORY_

Seisi kelas tertawa riuh saat tau Hyo Mi keluar dari sekolah.

"Hyak! Apa ini bagian dari rencana kalian untuk mengusirnya dari kelas ini?" tanyaku marah.

"Oppa, ada apa denganmu?" tanya Min Ji menatapku heran.

"Wae?"

"Kenapa oppa berubah. Apa oppa menyukai Hyo Mi si babo itu?"

"Apa aku pernah bilang kalau aku menyukainya?" tanyaku kesal.

"Tapi sikapmu yg aneh itu menunjukkan kalau kau mulai mempedulikannya."

"Apa dia pernah menyakitimu?" tanyaku.

Min Ji terdiam. Yg lain juga terdiam.

"Kau pikir siapa yg melakukan kejahatan itu selain kau dan Gyo Ri. Dompet-dompet itu bukankah kau yg memasukkannya ke dalam tas Hyo Mi saat dia sakit perut?" tanyaku.

Min Ji menatapku tajam.

Dong Hae masuk ke dalam kelas dan langsung memandangi seisi kelas.

"Dimana Hyo Mi?" tanyanya.

"Hyak! Apa kau mulai menyukainya juga? Kau ingin ikut-ikutan bodoh seperti dirinya juga?" ujar Min Ji.

"Apa yg kau bicarakan?" Dong Hae menatapnya bingung.

"Aku akan jadi gila karna kalian." ujar Min Ji lalu pergi.

_DONG HAE STORY_
Aku menatap dengan bingung yeoja yg pernah menyakiti Hyo Mi. Dia keluar dengan perasaan kesal.

"Apa yg ingin kau lakukan disini?" tanya namja yg ada di depanku.

"Apa yg terjadi pada Hyo Mi?" tanyaku.

"Kenapa kau bertanya padaku?"

"Apa kalian menyakitinya lagi?" tanyaku.

"Apa aku punya tampang penjahat sehingga terus-terusan menyakitinya?"

"Bukannya itu yg sering kau lakukan padanya?" tanyaku mulai kesal.

"Apa aku harus melakukan kejahatan padanya setiap hari?"

aku menarik nafas. Ini sangat menyebalkan. Berdebat dengannya tanpa mendapat jawaban yg jelas sangat melelahkan.

"Rasanya percuma kalau berbicara denganmu." ujarku lalu pergi. Aku menuju kantin sekolah untuk mencari Hyo Mi tapi dia samasekali tidak ada. Dimana dia?

_KYU HYUN STORY_
Aku merapatkan mantel tebalku. Malam ini lebih dingin dari malam-malam sebelumnya. Bus ini, bus yg sering ku naiki terlihat penuh seperti biasanya. Hanya ada satu bangku kosong tepat di sebelahku, seperti biasanya. Aku tersenyum. mungkinkah aku akan bertemu lagi dengan Hyo Mi, yeoja dengan senyum manis itu.

Ah itu dia haltenya. Tapi halte itu terlihat sepi. Dimana dia? Aku memandangi halte itu lagi berusaha memperjelas pandanganku. Dia tidak ada. Benar-benar tidak ada. Aku memandang dengan kecewa. Dimana dia?

YANG UNIK-UNIK DARI SUPER JUNIOR < part 1 >

LEETEUK

> Dijuluki member tulang molor karna kalo ada waktu kosong, Teuki langsung memanfaatkan waktunya untuk tidur. #wah, gue banget tuh.
> Menyimpan majalah yadong di bawah kasurnya. #ckckck oppa nih lah
> Pernah bilang kalo dia takut ama Yuri snsd karna saat trainee dulu, Yuri pernah menirukan suara dinosaurus # mwo? Ternyata Yuri punya bakat lain
> Pernah mengira kalo Yoona suka dengannya hanya karna saat debut Yoona sering curhat padany. # aish, nih oppa ke-geer-an kali ea
> Saat Kangin ngebocorin kalo Teuki itu pelit, MC-nya langsung bilang, pantas saja strip magnet di kartu ATM-nya bersih, ketahuan gak sering gesek. # hohoho, ntar w bunuh tuh Kangin
> Pernah disuruh mencium Heechul di pembuatan mv Rokkugo, Teuki langsung panik tapi tetep di cium. # omo.. Omo.. Omo..
> Fits's Brian pernah bilang di Strong Heart, " aku akan menjadikan Yoona pacarku." Teuki langsung ke tempat duduk Yoona dan nutupin kuping Yoona agar Yoona ga dengar. # huwah, oppa ckckck kayanya benar-benar cinta mati nih ama Yoona.
> pernah bilang kalo, "Yoona adalah tipe wanita idealku." Lalu MC-nya bilang, "Yoona juga tipe wanitaku. Aku akan menikahinya." Wajah Teuki langsung kaget dan kesal. # sabar oppa, masih ada aku kok. * digorok ELF
> Pernah di dandanin cewek untuk menghibur Donghae yg ga enak badan. # mwo? Apa-apaan ini?
> Walaupun pelit kalo Teuki melihat baju berwarna putih dijual, dia bakal beli baju itu. # jongmal? O.o pantes waktu nyari baju putih kemarin ga ada, ckckck
> Pengen ketemu dengan hantu neneknya. # yaelah kaya ga ada permintaan lain aja
> Member paling playboy di Suju. Bahkan saking playboynya, Teuki pernah merasa seorang anak perempuan kecil menyukainya. Teuki pun bertanya, "Hei, kamu suka padaku kan?"

HEECHUL

> Saat masih kecil, Heechul pernah masuk ke toilet cewek karna para laki-laki mengusirnya dari toilet laki-laki. Mereka berpikir kalo Heechul adalah cewek dan cewek-cewek pun ga tahu dan berpikir kalo Heechul adalah salah satu dari mereka. Saat itu Heechul ingin mencuci tangannya, dia masuk dengan gugup tapi ga ada satupun yg menyadari kalo dia bukan seorang perempuan. # derita punya wajah cantik. Ckckck
> pernah berebutan burger ama Jaejoong. Saat itu mereka masih semula jadi mereka tidak memiliki banyak pendapatan. Selain itu, dulu harga sebuah burger sangat mahal. Heechul sangat lapar tapi karna pekerjaan dia meninggalkan burger itu di atas meja. Saat dia kembali burgernya telah hilang. Jaejoong meninggalkan sebuah catatan yg berisi permintaan maaf pada pemilik burger. # Heeppa mending makan di rumah aku aja. Hehehe
> Selalu menghapus nomor-nomor yg tidak membalas smsnya. Jika di tanya, dia akan jawab : " Kenapa tanya? Kamu kan tidak membalas smsku?" # parah banget nih oppa. Padahal w juga gitu.
# Saat tidur Heechul menggambar sebuah garis di kasur, jika orang lain melewatinya maka mereka akan di tendang olehnya. Orang-orang yg dapat tidur dengannya hanya Kibum n Typhoon the Trax.
> Banyak fans yg akan menyerbu ke Super Junior saat melihat mereka tapi mereka tidak akan menyerbu Heechul dan Kibum karna Heechul itu menakutkan saat marah.
> Mengganti pakaiannya di bawah selimut karna berpikir mungkin seseorang dapat melihatnya. # wkwkwk, sumpah w ngakak waktu tau ini.
> Suka post gambar dirinya sebagai wanita di cyworld-nya. # omo, oppaku yg cantik ini.
> "Biar ku tebak, ketika wanita melihatku mereka melihat sebagai pria. Dan ketika para pria melihatku, mereka juga melihatku seperti itu. Mereka melakukan semua itu padaku. Itu sama sekali bukan kesalahanku." # ya iyalah secara Heechul oppa kan emang cowok.
> Pernah kencan dengan banyak artis tapi tak satupun di nyatakan di tv. Heechul berpakaian seperti seorang gadis saat kencan dan tidak pernah ketauan. # aigo, ckckck

HANGENG

> Hangeng bukan seorang yg pendiam alasan dia tidak banyak bicara karna dia tidak lancar berbahasa korea. # wkwkwk, bener banget tuh
> Cukup cepat belajar bahasa korea untuk ukuran orang Cina. Tapi kalau sedang berada dalam kesulitan dan di serang pertanyaan sulit, Hangeng mendadak pura-pura gak bisa bahasa korea. #ckckck,
> Paling ga suka ama makanan yg pedas # huwah sama kayak aku
Pernah di suatu acara Hangeng di suruh untuk makan makanan pedas, karna ga tahan dia menjerit dan menangis.
> Pertama kali kembali ke Cina setelah debut, Hangeng bertanya pada staf Cina dimana letak toilet dalam bahasa Korea # Omo... Apa-apaan ini? Mendadak amnesia-kah?

YESUNG

> Pernah nangis di studio karna Yesung pikir ga punya fans # aigo, emang oppa satu nih aneh banget.
> Pernah waktu member Suju ikut acara EHB, para member diberi gas ketawa yg kalo di hisap maka kita akan ketawa. Tapi ketika Yesung yg mencobanya dia hanya berkata, "aku ngantuk." # tuh kan Yesung rada sarap

Jumat, 29 Juli 2011

Fanfic Love Story part 7

"Hyak! Hyo Mi-ah, apa yg kau lakukan disini? Ketua kelas menyuruh kita ke perpustakaan tapi kenapa kau malah di dalam kelas?" teriakku.

"Benarkah? Aku samasekali."

"Kenapa kau masih disini? Cepat ke perpus." ujarku.

"Ye, arasso." ujarnya sambil membereskan buku-bukunya dan bergegas mengikutiku ke perpustakaan.

_HYO MI STORY_
Sepulang dari perpustakaan, semua siswi mengaku kehilangan dompet yg disimpan di tas mereka. Wali kelas kami masuk setelah mendapat laporan dari ketua kelas, meminta kami untuk mengaku. Tapi karna tidak ada yg mengaku, Ibu Park memeriksa semua tas milik kami. Aku terkejut saat melihat dompet-dompet mereka ada di dalam tasku.

"Hyo Mi-shi, tolong jelaskan ini. Apa yg ada di dalam tasmu ini?" tanya Ibu Park dengan tampang marahnya.

"Aku tidak melakukan apapun. Percayalah padaku. Aku bahkan tidak tau dompet-dompet itu ada di dalam tasku." ujarku.

Semua berteriak, memaki dan menyebutku, Hyo Mi si pencuri.

"Semuanya diam! Hyo Mi-shi apa kau masih mau mengelak setelah semua bukti mengarah padamu?" tanya Ibu Park lagi.

"Tapi aku benar-benar tidak melakukannya." ujarku.

"Apa kau punya alibi yg kuat? Semua teman-temanmu bilang kalau kau tidak masuk ke perpustakaan di jam pertama dan masuk di jam kedua. Apa yang kau lakukan di jam pertama. "

"Aku sakit perut sehabis makan kimbab buatan Gyo Ri. Aku ke toilet lalu menuju ruang kesehatan untuk minum obat. Saat kembali ke kelas, aku tidak melihat mereka di kelas lalu aku membahas soal-soal di kelas sampai Jun Ki datang dan memberitahuku kalau semua siswa di perpustakaan." ujarku.

"Jun Ki-shi, apa itu benar?" tanya ibu Park.

"Aniyo. Dia mungkin hanya mengarang cerita." jawab Jun Ki dengan santai. Aku kaget dengan jawabannya. Ya aku tau, mereka memang tidak akan pernah berhenti mengerjaiku.

"Sekarang ikutlah denganku ke kantor kepala sekolah dan menjelaskan semua ini." ujar Ibu Park. Aku hanya bisa menunduk dan mengikuti Ibu Park. Mereka semua mencibirku dengan kata-katanya yg menyakitkan.

_JUN KI STORY_
Apa-apaan ini? Lagi-lagi aku membuatnya terkena masalah. Sebenarnya aku tidak ingin lagi memojokkannya dan menjadikannya sebagai bahan tertawaan anak-anak sekelas, tapi jika aku membelany semua pasti akan membenciku seperti mereka yang membenci Hyo Mi tanpa alasan.

_HYO MI STORY_
Kepala sekolah memutuskan untuk mengeluarkanku dari sekolah. Aku terkejut tanpa terasa air mataku keluar.

"Apa bapak tidak ingin mempertimbangkannya lagi? Dua bulan lagi ujian kelulusan akan dimulai, aku tidak mungkin bisa menemukan sekolah lain. Lagipula aku tidak mencuri dompet-dompet itu." ujarku.

"Apa kau pantas bilang begitu setelah kau mencurinya? Jika kau pernah mencuri sekali pasti kau akan tergoda untuk mencuri lagi di lain kesempatan. Bagi kami melepaskan satu orang siswi yg tidak memiliki prestasi bukan masalah yg sulit. Kami akan menelepon orang tuamu. Jadi kau bereskan semua barang-barangmu. Kau boleh keluar sekarang. " ujar bapak itu.

Aku melangkah gontai keluar sambil menghapus airmataku. Harapanku satu-satunya untuk tetap tinggal di sekolah ini sampai lulus sekolah ternyata pupus sudah.

Ah iya, Donghae pasti bisa membantuku. Aku bergegas menuju kelas Donghae. Tidak ada guru di dalamnya.

"Donghae-shi, apa kita bisa bicara sebentar?"

_DONG HAE STORY_
Aku menatap Hyo Mi yg berdiri di depan pintu kelas kami.

"Apa yg akan dilakukan yeoja babo itu disini?" ujar Shin Kyung.

Aku segera keluar dan menemuinya.

"Ada apa?" tanyaku.

"Apa kau bisa membantuku?" tanyanya.

"Kau gadis babo dari kelas 3-8 itu kan? Kau terus-terusan saja membuat masalah." ujar Shin Kyung.

Hyo Mi hanya menunduk mendengar Shin Kyung bilang begitu.

"Hyo Mi-ah, mianhae. Aku tidak bisa terus-terusan membantumu. Ini sangat menyulitkanku. Sepertinya jika aku berhubungan denganmu atau dekat denganmu kau hanya akan menambah masalahku. Berusahalah atasi masalahmu sendiri."

_HYO MI STORY_
Aku menatap Donghae nanar. Benarkah? Benarkah seperti itu? Aku hanya menambah masalah untuk orang yg kuanggap paling baik. Aku, Hyo Mi si pembuat masalah. Tanpa terasa air mataku menetes.

"Mianhae, jongmal mianhaeyo. Aku benar-benar tidak tau kalau kehadiranku menambah beban bagimu. Aku pikir aku bisa menjadi teman yg baik untukmu. Ternyata ini benar-benar menyulitkanmu. Terima kasih sudah membantuku selama ini. Gamsahamnida." aku lalu berjalan menuju kelasku.

_DONG HAE STORY_
Apa ini? Apa yg telah ku lakukan pada Hyo Mi? Aku telah menyakitinya hanya karna perasaan tidak jelasku pada Shin Kyung. Dia menangis karna aku. Apa yg telah ku lakukan?

Celotehan w about album ke-5 super junior

Wah, bentar lagi suju bakal ngeluarin albumny yg kelima. Udah pada ngeliat teaser para member belum? Komentar w waktu pertama ngeliat, kok ya foto para member pada full color alias ngejreng gitu. Kesannya norak gimana gitu #plakk di gampar elf

Ini jujur dari hati w yg terdalam [?]. Emang bener sih konsepnya beda ama album-album sebelumnya kayak yg di bonamana ama sorry sorry. Tapi kok menurut w lebih bagus pic-pic album sebelumnya ya. Lebih keliatan natural, kalem, cool, keren n modis gitu di banding yg sekarang walaupun katanya penampilan mereka mewakili beberapa negara di dunia, tapi w lebih suka ngeliat penampilan mereka yg kekorea-koreaan gitu.

Dan penampilan yg paling w suka itu Yesung oppa. Lebih keliatan keren n pas buat dia. Kalo Kyuhyun oppa belum sempat, karna w takut shock ngeliat penampilan dia. #alah lebay

dan penampilan paling ancur (ups, paling ga bagus maksud w) itu Siwon oppa. Pake celana pendek warna hijau boo, kan kesannya kayak kolor ijo gitu. #di ditimpuk fansnya Siwon pake kulkas.
Awalnya w kira itu Ryeowook, eh ga taunya Siwon. Penampilan Shindong malah jauh lebih baik menurut w.

Yah walaupun penampilan mereka kali ini berbeda berharap aja musik atau hits yg mereka bawakan lebih asik, menarik, enak didengar n bisa di terima para fans, n satu lagi tetep eksis plus jadi dateng ke Indonesia lagi. Hehehe. Sebagai elf w cuma bisa bilang "semoga sukses oppadeul" ^^

Kamis, 28 Juli 2011

Kepincut namja baru [?] (lagi)

Apa ini?

Judul postingan yg arrgh, entahlah...
Rasany w lagi-lagi kepincut ama namja baru. Ga baru sich, tapi w ny aja yg telat banget. Hehehe. Tapi tenang aja deh, Kyuhyun oppa ga bakalan tergantikan ama yg namany namja keren. #pasang senyum cute buat Kyuhyun oppa hehehe

Mau tau siapa aja namja yg bikin w kepincut?

Yang pertama tuh Thunder Mblaq alias Cheon Doong. W suka banget ngeliat matanya. Rada sendu gimana gitu. Apalagi dia itu Dongsaengny Dara 2NE1 eonnie. Jadi makin cinta deh ama Kyuhyun [?]
#gaje juga nih si didi

Nah yg kedua itu Jung Shin alias magnaenya CN BLUE. Lha, dimana-mana orang kepincut ama Jong Hyun kok w malah kepincut ama Jung Shin ea? Tau ah. Awalnya sih w suka Min Hyuk, itu lho drummernya CN BLUE, awalny w juga mikir kalo Min Hyuk itu magnaeny eh tak tauny si Jung Shin. Wadooh, maluny diriku....

Trus w kepincut ama itu tuh Nichkun 2PM....
Kalo yg ini alasannya belum kuat masih kepincut lewat poster aja. W mikir nih namja kok keren banget ea...

Dan yang terakhir w kepincut ama Noh Min Woo. Itu tuh mantan drummernya The Trax. Waktu ngeliat dia memerankan Dong Joo di drama My Girlfriend Is Gomiho, w langsung ga berhenti ngeliat facenya #lebay
Huwah sumpah deh cuakep bener...
Facenya perfect banget deh ditambah lagi style n bentuk tubuhnya yg atletis banget, jadi makin cinta #di getok Kyuhyun
beda ama peran dia yg jadi koki italia di drama Pasta, itulah yg rambutnya panjang.

Yesungdahlah..
Gomawo udah dengerin curhat gaje w..
W juga mw siap-siap nyari namja baru yg siap membuat w ber-eomeo-eomeo ria. Anyeong.

Fanfic Love Story part 6

Aku melihat Hyo Mi ada di kelasku.

"Apa yg kau lakukan disini?" tanyaku.

"Aku hanya ingin mengembalikan rok yg ku pinjam. Donghae-shi, gamsahamnida atas bantuannya semalam." ujarku.

"Aniyo. Tidak perlu mengucapkan terima kasih seperti itu."

"Baiklah, aku permisi dulu." ujarnya dengan senyum manis.

"Ye." ujarku.

"Dong hae-ah, apa kau dekat dengannya?" tiba-tiba Shin Kyung berdiri di sampingku. Ini benar-benar membuatku gugup.

"Wae?" aku balik bertanya.

"Bukannya dia yeoja babo si pembuat masalah itu?" tanyanya.

"Aniyo. Kami tidak terlalu dekat." aku cepat-cepat menyanggah.

"Jongmal? Huwah, syukurlah. Kau tau, tadi pagi dia menanyakan dimana letak bangkumu. Dia sepertinya meletakkan sesuatu disana."

"Sesuatu?" tanyaku.

"Ye. Hm, maukah kau menemaniku ke kantin?" pintanya.

Aku memandangnya dengan heran. Shin Kyung, yeoja paling cantik di sekolahku mengajakku pergi ke kantin? Apa ini mimpi?

"Ayolah." dia merangkul tanganku. Hatiku bergetar hebat.

Ah, ini benar-benar seperti mimpi.

_HYO MI STORY_
Aku masuk ke dalam kelas seperti biasanya. Min Ji menyambutku.

"Anyeong haseo Hyo Mi-ah." dia tersenyum manis.

"Ada apa denganmu hari ini?" tanyaku heran.

"Wae? Apa kau tidak senang?"

"Aniyo. Bukan begitu. Tapi aku merasa kau dan Jun Ki sedikit aneh. Kalian merencanakan sesuatu?" tanyaku.

"Mwo? Hahaha. Apa aku sejahat itu di matamu?" tanyanya. Dia merangkulku dan mengajakku ke bangkuku. Aku hanya melongo di buatnya.

Min Ji menyuruh Gyo Ri memberikan kotak bekal berisi kimbab kepadaku.

"Apa ini?" tanyaku.

"Kau belum makan kan? Nah ini makanlah. Badanmu terlihat kurus. Kau harus banyak makan. Ini makanlah." ujar Min Ji.

"Tidak usah. Aku sudah sarapan tadi." tolakku halus.

"Ayolah Hyo Mi-ah, ini masakan pertama Gyo Ri. Kau harus mencobanya untuk menghargai masakan pertamanya."

"Geurae, aku akan mencobanya." ujarku akhirnya. Mereka berdua tersenyum cerah.

"Kami akan menyiapkan tugas dulu. Makanlah yg banyak." ujar Gyo Ri.

"Ye gomawo." ujarku.

Aku mulai mencicipi kimbab buatan Gyo Ri itu. Ini benar-benar lezat. Aku mencobanya lagi, hingga kimbab itu habis tak tersisa. Tapi beberapa menit kemudian, aku merasakan perutku mulas dan sakit sekali. Aku berlari menuju toilet. Tanpa sengaja aku menubruk Jun Ki yg baru datang.

"Mianhae." ujarku lalu cepat-cepat lari menuju toilet.

_JUN KI STORY_
Aku keheranan melihat Hyo Mi pagi ini. Pagi-pagi yeoja aneh itu memulai marathonnya. Ckckck.

Mataku tertuju pada Min Ji dan Gyo Ri yg tertawa keras di bangkunya. Apa mereka merencanakan sesuatu lagi?

"Hyak! Apa yg kalian lakukan berdua di situ?" seruku.

"Jun Ki oppa!" mata Min Ji berbinar ketika melihatku.

"Aniyo, kami tidak melakukan apapun. Apa tertawa itu salah?" tanya Gyo Ri.

"Apa yg terjadi pada Hyo Mi? Kalian melakukan sesuatu padanya tanpa sepengetahuanku lagi?" aku menatap mereka berdua bergantian.

"Aniyo. Kenapa oppa selalu curiga kepadaku?" tanya Min Ji.

"Kenapa dengan Hyo Mi?" tanyaku.

"Kenapa oppa jadi peduli padanya?" tanya Min Ji.

"Mwo? Siapa yg bilang begitu?" tanyaku. Mereka berdua menatapku tajam.

"Hyak! Hyak! Hyak! Kenapa kalian berdua memandangiku seperti itu?" tanyaku kesal.

"Oppa, apa kau mulai menyukai Hyo Mi?" selidik Gyo Ri.

"Aish, apa kalian ingin aku pukul supaya mengerti?" teriakku kesal. Mereka berdua lari.

_DONG HAE STORY_
Aku duduk berhadapan dengan Shin Kyung di kantin. Ini benar-benar langka. Yeoja idaman semua namja di sekolah ini mengajakku duduk bersama. Ini benar-benar seperti mimpi.

"Ngomong-ngomong, tidak biasanya kau mengajakku ke kantin seperti ini. Ada apa sebenarnya?" tanyaku.

"Apa kau merasa tidak nyaman?" tanyanya. Matanya yg bulat terlihat indah ketika menatapku.

"Aniyo. Bukan begitu."

"Aku ingin kita belajar bersama."

"Ye?" aku menatapnya tidak percaya. Dia mengangguk dengan yakin sambil tersenyum manis.

_HYO MI STORY_
Aku bernapas lega. Sehabis minum obat di ruang kesehatan, aku baru bisa duduk dengan tenang. Aish, mereka berdua lagi-lagi mengerjaiku.

Aku kembali menuju kelas. Aku heran karna suasana kelas sangat sepi. Aku duduk di bangkuku dan membahas-bahas tugas matematikaku.
Kemana semua penghuni kelas ini?

_DONG HAE STORY_
Aku menemukan bungkusan dan surat di atas mejaku. Aku berniat membaca surat dari Hyo Mi itu ubi karna Pak Kim sudah masuk aku mengurungkan niatku.

_JUN KI STORY_
Ibu Shin tidak masuk. Ketua kelas menyuruh kami ke perpustakaan. Aku mencari-cari Hyo Mi. Dia tidak kelihatan selama 1 jam ini. Aku keluar dari perpustakaan karna jenuh dengan suasana perpus yg hening.

Aku berjalan menuju kelas dan melihat Hyo Mi sedang sibuk membahas soal-soal di mejanya. Aku memperhatikannya untuk beberapa saat. Dia tampak manis kalau sedang serius belajar seperti itu.

Fanfic Love Story part 5

_HYO MI STORY_
Aku melangkah gontai menuju halte. Sesekali aku memperhatikan rok pemberian Dong Hae yg kepanjangan.

"Ini pakailah. Tidak ada yeoja yg membawa rok cadangan di kelasku, hanya Jin Ah, yeoja jangkung itu, satu-satunya yg punya."

Ah, Dong Hae, namja itu benar-benar sangat baik. Dia bahkan membantuku menghilangkan noda spidol yg susah hilang itu.

Udara malam ini sangat dingin. Aku memakai sarung tanganku.

"Kenapa kau belum pulang juga?"

Aku menoleh ke samping. Lee Jun Ki. Dia menatapku dengan senyum sinisnya.

"Wae? Apa kau terkejut karna aku menyapamu?"

Aku mendengus kesal. Bus yg ku tunggu tiba. Aku langsung naik.

"Hyak! Hyo Mi-ah, kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?" Jun Ki menarikku. Aku hampir jatuh ke belakang tapi seseorang menarik tanganku. Genggamannya sangat hangat. Namja itu lagi. Namja dengan wajah sendu, yg pintar matematika dan selalu duduk di dekat pintu masuk bus. Tiba-tiba hatiku bergetar melihatnya.

"Gwaenchana?" tanyanya.

"Ye, gomawo." ujarku sedikit gugup.

Aku ingin duduk di sebelahnya tapi Jun Ki mendahuluiku.

"Silahkan cari tempat duduk yg lain." ujarnya.

Aku mencari-cari tempat duduk yg kosong tapi tidak ada. Aku terpaksa berdiri. Jun Ki tersenyum mengejek.

"Duduklah, biar aku saja yg berdiri." namja itu menggantikan posisiku.

"Aniyo. Biarkan aku berdiri." tolakku.

"Duduklah." pintanya dengan suaranya yg sangat bagus.

"Gomawo. Kau telah banyak membantuku." ujarku.

"Ne, cheon maneyo. Boleh aku tau siapa namamu?"

"Ye, naneun Park Hyo Mi imnida."

"Naneun Cho Kyu Hyun imnida." dia sangat tampan dengan senyumannya. Aku membalas senyumnya.

"Bagaimana dengan tugasmu tadi?" tanyanya.

"Mianhae, tugas itu tidak bisa ku kumpulkan karna ada masalah."

"Kenapa harus minta maaf?"

"Karna kau telah membantuku menyelesaikannya."

_JUN KI STORY_
Aku memandang kedua orang ini dengan aneh. Hyo Mi dan namja bernama Cho Kyuhyun itu bagaimana mungkin bisa saling mengenal hanya dari bis umum.

Mereka masih mengobrol. Hyo Mi tidak berhenti menatap wajah namja itu. Cho Kyuhyun, namja berwajah putih pucat itu sesekali tersenyum saat berbicara dan Hyo Mi sepertinya takjub melihatnya.

Apa setiap yeoja akan merasa takjub melihat namja dengan senyum tulus seperti itu?

Aku membandingkannya dengan diriku. Aku jarang sekali tersenyum. Yang ada di pikiranku hanyalah apa yg harus aku lakukan untuk mengerjai Park Hyo Mi, yeoja berwajah cukup manis yg tidak pernah menyerah ataupun memberontak meskipun dikerjai ribuan kali.

"Apa kau tidak mau mengenalkan pacarmu yg tampan ini?" tanyaku sambil menyikut tangan Hyo Mi.

"Mwo? Siapa bilang kau pacarku?" dia menatapku dengan tampang polosnya.

"Aish,..." aku benci dengan tampang polosnya itu. Itulah yg membuat orang yg melihatnya ingin mengerjainya.

"Jangan mudah percaya padanya. Lihatlah di depan pacarnya saja dia berani berselingkuh." ujarku.

Hyo Mi melongo menatapku.

"Hyak! Jun Ki-shi, aku tidak mengerti apa yg kau katakan. Berhentilah bicara omong kosong." ujarnya.

Namja itu memandangi kami berdua dengan bingung.

"Aish kau ini sangat menyebalkan." ujar Hyo Mi lagi dengan kesal.

"Bukannya kau senang kalau aku bilang kau itu pacarku?"

Hyo Mi cuek. Dia kembali melanjutkan obrolannya dengan Kyuhyun.

"Hyak! Kenapa kau mengabaikanku?"

"Aish, ada apa denganmu hari ini? Kau aneh sekali."

_HYO MI STORY_
Aku menatap Jun Ki dengan bingung. Hari ini dia benar-benar gila.

"Apa dia benar-benar namjachingumu?" tanya Kyuhyun.

"Aniyo. Dia teman sekelasku. Ah rumahku sudah hampir sampai. Aku akan turun di depan. Kyuhyun-shi, terima kasih atas bantuannya hari ini. Anyeong." ujarku sambil tersenyum.

"Ye anyeong Hyo Mi-shi." ujarnya membalas senyumku dgn manis.


Aku terpana untuk beberapa detik melihat senyumannya itu. Lalu aku pergi.

_JUN KI STORY_
Aish, yeoja itu benar-benar tidak memperlakukanku dengan baik. Aku menatap sinis Kyuhyun yg sudah duduk di sampingku. Dia sesekali melirikku.

"Hyak! Kau lihat apa?"

"Apa kau benar-benar namjachingunya Hyo Mi?" tanyanya.

"Aniyo. Gadis bodoh seperti itu bukan tipeku. Kalau kau mau ambil saja." ujarku santai.

"Ah, sepertinya kau menyukainya?" dia tertawa menggodaku.

"Kau tau apa tentang aku? Kau dan dia memang cocok. Benar-benar orang yg sangat menyebalkan." ujarku.

Namja itu tertawa-tawa sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.

_DONG HAE STORY_
Hari ini aku pergi ke sekolah dengan bersemangat. Aku menyapa teman-temanku yg ada di dalam kelas.

"Anyeong haseo chingudeul." sapaku.

Semua membalas dengan senyum di wajah.

"Anyeong haseo Donghae-ah." Cha Shin Kyung, yeoja paling cantik di kelasku membalas sapaanku dengan senyuman yg sangat indah. Ah, yeoja itu benar-benar sangat cantik.

Jumat, 22 Juli 2011

Fanfic Love Story part 4

_DONG HAE STORY_
Di jam istirahat aku mencari-cari Hyo Mi di kantin. Tapi dia tidak ada. Aku menuju kelas Hyo Mi. Kelasnya terdengar riuh. Aku masuk ke dalam. Beberapa siswa berkumpul mengelilingi meja yg ada di tengah. Perlahan aku berjalan mendekati kerumunan itu.

_JUN KI STORY_
Di jam istirahat ini rasanya lebih menarik kalau mengerjai Hyo Mi yg tidak bisa apa-apa di bangkunya daripada pergi ke kantin. Pak Goo menyuruh kami melepaskan lem itu dari Hyo Mi sebelum keluar dari pintu. Ketua kelas memberitahu kami kalau Nona Park tidak masuk. Aku tersenyum cerah. Jadi kami bisa mengerjai Hyo Mi hari ini.

Aku menyuruh Min Ji dan lainnya memegangi tangan Hyo Mi. Aku mengambil spidol yg susah hilang dan mulai menghiasi wajah bersihnya. Semua tertawa melihat ulahku. Tapi yg mengherankan Hyo Mi tidak memberontak sekalipun. Dia hanya diam dan menatap wajahku tanpa ekspresi.

"Mwo? Kenapa kau melihatku seperti itu?" aku menepuk pipinya agak kuat. Kulit putihnya memerah. Dia menunduk.


_HYO MI STORY_
Mereka mengerjaiku lagi. Jun Ki menyuruh Min Ji memegangi tanganku erat-erat dan dia mencoreti wajahku dengan spidol yg sudah di siapkannya. Aku tidak melawan. Aku hanya membiarkan dia berbuat sesukanya. Aku tidak peduli, walaupun dia mencambukku atau bahkan mencabuti rambutku satu persatu asalkan aku masih bisa tetap belajar, lulus dan masuk ke Universitas yg diinginkan Appa, aku terima semua perlakuan mereka.

Aku memandangi wajah Jun Ki yg asyik dengan coretan-coretannya itu. Jun Ki terlihat sangat tampan jika dilihat dari dekat.

"Mwo? Kenapa kau melihatku seperti itu?" dia menepuk pipiku sangat kuat. Aku menunduk. Aku merasakan pipiku panas.

"Hyak! Apa yg kau lakukan padanya?" semua menoleh.

"Dong hae..." ujarku.

"Apa urusannya dgn mu?" tanya Jun Ki.

"Kenapa kau berani berbuat begitu pada seorang yeoja?" tanya Donghae marah.

"Wae? Apa kau ini pacarnya?" Jun Ki balik nanya.

"Pacar atau tidak apa itu penting bagimu?"

"Semuanya keluar!" teriak Jun Ki.

Seisi kelas keluar. Tinggal aku, Jun Ki dan Donghae yg ada di kelas.

"Sekarang apa kau bisa menyelamatkan pacarmu ini?" tanya Jun Ki.

"Apa yg terjadi?" tanya Dong Hae padaku.

"Aku tidak bisa lepas dari lem ini." ujarku.

"Lem?" dia menatapku bingung. Aku menunjuk ke arah bangkuku. Dong Hae membantuku berdiri tapi tidak bisa.

"Kau harus melepas rokmu." ujar Jun Ki.

"Mwo?" aku langsung menatapnya kesal lalu menatap Dong Hae. Dong Hae menarik nafas.

"Sepertinya begitu."

"Hyak! Apa yg kalian pikirkan berdua?"

"Apa kau mau duduk seharian disini tanpa bisa apa-apa?" tanya Jun Ki dengan nada mengejek.

"Bukannya ini ulahmu?" tanyaku kesal.

"Apa kau punya bukti kalau aku yg melakukannya?"

aku menggeleng lemah.

"Hyo Mi-ah, aku akan meminjamkan rok orang lain untukmu. Tunggulah disini."

"Nde.." ujarku.

_JUN KI STORY_
Aku menatap Dong Hae, namja yg lumayan terkenal di sekolah kami karna kepintarannya. Bagaimana mungkin dia memperhatikan yeoja babo seperti Hyo Mi.

Fanfic Love Story part 3

_DONG HAE STORY_
Aku tersenyum sendiri sepanjang jalan pulang. Ah, yeoja itu selalu terlintas di pikiranku. Park Hyo Mi. Dia sangat berbeda. Kenapa aku tdk pernah melihatnya setelah hampir 3 tahun kami bersekolah? Yeoja dgn wajah semanis itu.

_HYO MI STORY_
Pagi ini aku berusaha tidak telat sampai di sekolah. Seragam dan baju olahraga milik Donghae ku simpan rapi di tasku.

Tapi aku teringat saat di tengah jalan aku lupa membawa buku matematikaku yg ku keluarkan saat menyimpan seragam milik Donghae. Aku kembali berlari ke rumah. Tapi saat kembali ke halte aku kesulitan mendapat bus kearah sekolah. Semuanya penuh. Aku hampir putus asa. Dan terakhir sebuah bus melintas. Hanya ada satu bangku tersisa. Aku duduk dengan lega. Ketika melihat kearah samping, aku benar-benar terkejut. Namja itu, namja yg satu bangku denganku saat pulang sekolah kemarin. Dia tersenyum manis. Hatiku kembali bergetar. Tiba-tiba aku merasa gugup.

Aku membalas senyumannya.
_KYU HYUN STORY_
Aku terkejut saat melihat orang yg sama duduk di sampingku. Yeoja berwajah bening itu lagi. Aku memberi senyum padanya. Dia terlihat agak gugup sama sepertiku. Dia membalas senyumku.

"Annyeong haseo." ujarnya.

"Nee, annyeong haseo." jawabku.

Dia kembali mengambil buku dari tasnya. Sepertinya buku yg kemarin. Dia menggerutu kesal.

"Wae?" tanyaku.

"Ah aniyo. Aku hanya merasa kesulitan mengerjakan tugas matematika ini." ujarnya sambil tersenyum malu.

"Jinjja?"
Dia mengangguk.

"Coba lihat." ujarku.
Dia menyodorkan buku matematikanya dengan ragu.

"Begini cara mengerjakannya." aku mulai mengajarinya menyelesaikan tugas itu. Dia manggut-manggut.

"Huwah, jadi seperti itu. Ternyata tidak terlalu sulit. Selama ini tidak ada yg pernah mengajariku jadi aku kurang begitu memahaminya. Gamsahamnida."

"Ne, cheon maneyo." ujarku.

"Aku pasti akan di hukum lagi kalau aku tidak mengerjakan tugas ini."

"Kau harus banyak berlatih." ujarku.

"Kau benar." ujarnya sambil tersenyum.

_JUN KI STORY_
Anak sekelas kelihatan tenang pagi ini. Biasanya mereka akan selalu menyiapkan sesuatu untuk mengerjai Hyo Mi.

"Mungkin dia tidak akan datang hari ini. Aku kemarin menyiramnya dengan kopi panas. Bagaimana Jun Ki oppa? Aku sudah membalas perbuatannya terhadapmu." ujar Min Ji.

"Hyak! Kenapa kau tidak menanyakannya dulu padaku?" tanyaku kesal.

"Oppa.. Kenapa kau marah padaku? Dia membuatmu basah dan dia pantas mendapatkannya."

"Kau berbuat seenakmu. Bagaimana kalau dia melapor ke guru? Semua akan menyalahkanku."

"Aniyo. Dia tidak akan berani melakukan itu. Bukannya dia akan diam saja kalau kita melakukan sesuatu yg jahat terhadapnya. Ayolah oppa. Apa yg terjadi padamu? Kenapa oppa jadi aneh begini?"

Aku tersadar.

"Aku takut saja kau melakukan sesuatu yg jahat tanpa sepengetahuan anak sekelas. Apalagi di kantin. Siswa lain bisa melaporkan ulahmu."

"Ye oppa. Aku tau. Aku akan hati-hati."

bel berbunyi. Kami semua duduk.


Kami semua kaget saat salah satu teman kami bilang kalau Hyo Mi baru saja datang.

"Apa yg akan kita lakukan padanya sekarang? Kita tidak menyiapkan sesuatu untuknya." ujar Min Ji sambil menggigit jarinya.

"Hyak! Bukannya kau bilang tadi dia tidak akan datang?" ujarku sambil menatapnya kesal.

"Itu kan hanya dugaanku." ujarnya.

"Kalian jangan bertengkar. Aku sudah menyiapkan sesuatu." ujar Ja Hyun, teman sebangkuku.

"Mwo?" tanyaku.

Dia menunjukkan lem super lengket kepadaku. Kami berdua tersenyum. Lalu cepat-cepat mengoleskan lem itu di bangkunya.

Hyo Mi masuk dengan tampang ceria. Dia langsung duduk tanpa melihat-lihat dulu. Aku menatapnya sinis. Aish, si babo ini. Kenapa dia selalu masuk ke kelas tanpa rasa khawatir takut di kerjai?

Pak Goo masuk. Dia langsung memandang ke arah Hyo Mi.

"Park Hyo Mi, apa tugas yg saya berikan kemarin sudah selesai?" tanya Pak Goo.

"Ya Pak," ujarnya dengan tampang ceria.

Kami semua menatapnya heran. Biasanya dia akan menunduk malu.

"Apa kau yakin?" tanya Pak Goo tidak percaya.

"Ya. Saya yakin sekali." ujar Hyo Mi.

"Bawa kemari." ujar Pak Goo.

Hyo Mi bangkit tapi dia tidak bisa berdiri. Roknya lengket di bangku. Kami semua tertawa geli.

_HYO MI STORY_
Aku kaget saat melihat rokku lengket di bangku. Aku mencoba bangkit tapi tidak bisa. Teman-temanku tertawa melihatku. Ini pasti ulah Jun Ki. Aku melihat ke arahnya.

"Mwo? Kau ingin bilang kalau aku yg melakukannya?" tanyanya sinis.

"Ada apa? Tugasnya belum selesai kan?" tanya Pak Goo.

"Ini pak."

"Antar ke depan."

"Tapi saya tidak bisa bangkit pak."

"Jadi kau menyuruhku untuk mengambil tugasmu ke mejamu?"

"Rok saya lengket di bangku pak." ujarku.

Pak Goo berjalan ke arah bangkuku.

"Kenapa bisa begitu?"

"Aku tidak tau. Tiba-tiba saja jadi begini."

"Ya sudah, kita selesaikan itu nanti di jam istirahat."

aku hanya mengangguk. Huft, apa-apaan ini? Di waktu tugas yg diberikan Pak Goo selesai, malah terjadi hal-hal seperti ini.

Fanfic Love Story part 2

"Aish, kau ini!" aku menatapnya kesal.

_HYO MI STORY_
Aku memandang Jun Ki takut-takut. Dia pasti akan marah besar karna kecerobohanku. Dia merebut seragamku yg basah dan mencampakkannya ke atas lantai kemudian memijak-mijaknya.

Aku hanya melongo menatap seragam basahku yg kini telah kotor. Aku memungutnya.

"Mianhaeyo, jongmal mianhaeyo." ujarku sambil membungkukkan badan. Dia kembali ke bangkunya dengan angkuh.

Aku duduk di bangkuku tapi aku terjatuh. Seisi kelas kembali menertawaiku. Seseorang telah menarik bangkuku ke belakang. Aku mengeluh kesakitan. Punggungku terasa sakit sekali.

_JUN KI STORY_
Aku kaget saat melihat Hyo Mi terjatuh. Punggungnya menghantam bangku yg ada di belakangnya. Dia meringis kesakitan. Tapi anehnya tidak sedikit pun dia menangis. Ckckck, aku menggeleng-geleng. Yeoja ini benar-benar aneh.

_HYO MI STORY_
Di jam istirahat aku berjalan ke arah kantin sendirian. Memesan teh panas dan semangkuk mie ramen. Aku menikmati mieku yg masih panas.

Tiba-tiba 2 orang yeoja teman sekelasku datang dan memukul mejaku dgn keras. Aku terkejut. Mie yg sudah di mulutku sampai keluar lagi.

"Hyak! Kau pikir kau itu siapa? Beraninya kau membuat Jun Ki oppa basah." ujar Cha Min Ji.

"Wae? Aku samasekali tidak sengaja." ujarku.

Kim Gyo Ri mengambil cangkir kopiku dan melempar isinya ke arah bajuku. Aku menjerit kepanasan.

"Hyak! Apa yg kalian lakukan berdua?" aku menoleh. Namja itu, namja yg kutemui di atap sekolah menatap mereka dengan berang.

_DONG HAE STORY_
Aku memasuki kantin dan memperhatikan sekelilingnya. Yeoja itu pasti ada disini. Ah itu dia. Dia terlihat lucu saat menikmati mienya yg sepertinya masih panas. Aku berjalan mendekatinya. Tapi dua orang yeoja mendahuluiku. Mereka sempat bertengkar sebelum salah satu yeoja menyiramkan cangkir berisi kopi ke arah baju yeoja manis itu. Yeoja itu menjerit. Aku terkejut dan langsung berseru.


"Hyak! Apa yg kalian lakukan berdua?"

Mereka menatapku tajam.
"Wae? Apa urusannya denganmu?"

aku langsung menarik Yeoja itu keluar dari kantin dan menuju ruang kesehatan.

"Gwaenchana?" tanyaku.

Dia hanya mengangguk sambil meringis kesakitan.

"Mianhae, seragammu jadi kena noda kopi. Aku akan mencucinya dan mengembalikannya besok." ujarnya.

"Ah, tidak usah. Apa masih terasa sakit?" tanyaku.

"Aniyo."

"Ini pakailah." aku membuka baju olahragaku dan memberikan padanya.

"Aku benar-benar minta maaf." ujarnya.

"Tidak perlu." ujarku sambil tersenyum.

"Mian, boleh aku tau siapa namamu?" tanyaku.

"Dong hae."

"Naneun Hyo Mi imnida. Dong hae-ah, gomawo."

"Ye Hyo Mi-ah. Aku keluar dulu." ujarku.

Dia tersenyum. Manis sekali.

_HYO MI STORY_
Aku memandang namja tampan itu sampai dia keluar dari pintu.. Ah, dia baik dan tampan sekali.

Aku mengganti pakaianku. Ini terasa sakit sekali. Kulitku memerah.

Aku mengambil air dan handuk lalu mengompres kulitku yg memerah.

Saat aku keluar, Dong Hae berdiri di depan pintu.
"Aku bisa mengantarmu pulang."

"Tidak usah. Beberapa bulan lagi ujian akhir akan di mulai, aku harus rajin belajar." ujarku.

"Ah, ya. Kau pasti orang yg sangat pintar."

"Aniyo. Aku bahkan siswi paling bodoh di sekolah ini." ujarku sambil tersenyum malu.

"Hahaha, ternyata selera humormu tinggi juga." ujarnya.

"Aku serius." ujarku.

_DONG HAE STORY_
Aku menatap Hyo Mi bengong. Benarkah? Siswi paling bodoh? Bahkan dia tidak malu mengungkapkan itu.

"Bagaimana ini? Aku jadi sangat merepotkanmu." ujarnya.

"Kenapa bilang begitu? Sekarang kita kan teman." ujarku.

"Benarkah?" dia menatapku dengan matanya yg berbinar.

"Ye. Ayo kita masuk." ajakku.

Dia mengangguk.

_KYU HYUN STORY_
Malam musim dingin. Aku duduk sendiri di bus malam yg agak penuh.Kebanyakan penumpangnya siswa pelajar sepertiku. Ku lirik jam tanganku. Pukul 20:10 malam. Aku mengambil novel dari tasku dan membacanya.
Bus berhenti. Seorang siswi naik. Matanya memandang kesana kemari mencari bangku kosong.

"Apa bangku ini kosong?" tanyanya padaku.
Aku mengangguk. Aku menatap wajahnya yg bening. Manis tanpa cacat.

Dia duduk di sebelahku setelah memberi senyum yg sangat indah.

"Kau pelajar juga?" tanyanya.

Aku mengangguk. Dia ikut mengeluarkan bukunya dari tas dan menulis-nulis sesuatu.

_HYO MI STORY_
Aku mengeluarkan buku matematika dari tasku. Dan mengerjakan tugas yg diberikan Pak Goo. Aish, kenapa pelajaran ini sangat sulit bagiku. Aku menoleh ke sebelah. Namja itu ketahuan sedang memandangku. Dia menganggukkan kepalanya lalu fokus ke novel yg di pegangnya.

Kini giliranku memandangi namja tampan itu. Badannya agak kurus sama seperti aku. Kulitnya putih bersih. Wajahnya agak sendu. Dia sangat tampan sekali.

Aku mengerjakan tugasku kembali. Setengah jam kemudian, aku baru tiba di rumahku. Aku menganggukkan kepala kepada namja itu saat aku turun. Dia tersenyum. Hatiku bergetar saat melihat senyumnya.

Apa aku akan bertemu dengannya lagi?

Fanfic Sarangeul Yuji part 9

____
Ponselku berdering.

"Yeoboseo?"

"Yoo Jin-ah, ini aku Joong Ki."

"Ye oppa. Ada apa?" tanyaku.

"Apa kau punya waktu?"

"Ye."

"Aku ingin bertemu denganmu."

"Jinjja?" tanyaku senang.

"Aku akan menjemputmu. Kau dimana sekarang?"

"Aku di rumah, oppa."

"Ya sudah aku akan kesana. Sampai nanti." Joong Ki oppa mematikan ponselnya.

Aku segera mandi dan merias wajahku.
Bel berbunyi. Joong Ki oppa sudah berdiri di depan pintu. Aku tersenyum cerah. Tapi wajahnya terlihat muram, itu membuatku bingung.

"Ayo kita pergi." ajaknya. Aku mengangguk. Kami lalu menaiki mobilnya dan pergi ke coffee shop tempatku bekerja. Beberapa pelayan yang mengenalku menyapaku ramah.

"Kau sering kesini?" tanya Joong Oppa heran. Aku hanya mengangguk saja.

"Jongmal?" dia menatapku tidak percaya. Aku mengangguk lagi.

Pelayan datang dan membawakan pesanan kami.

"Ada sesuatu yang harus aku putuskan." ujar Joong Ki sambil menyeruput kopinya. Wajahnya kembali murung. Aku ikut menyeruput kopiku.

"Sepertinya lebih baik kalau kita berpisah." ujarnya.

"Kenapa oppa?" tanyaku kaget.

"Aku merasa Ji Yeon lebih membutuhkanku. Dan aku takut aku akan menyakitimu. Setelah aku pikir-pikir lebih baik kita berpisah saja." ujarnya.

Aku menangis sedih.
"Aku percaya kalau oppa akan kembali padaku. Aku akan menunggu sampai kapanpun. Tapi kenapa sekarang oppa melepaskanku." ujarku terisak.

"Aku tidak ingin kau merasa terikat denganku."

Aku menatapnya sedih.

"Aku harus pergi." ujarnya sambil beranjak berdiri.

"Oppa....." aku menatapnya dengan sedih. Air mataku mengalir deras.

Dia pergi. Oppa, kenapa harus secepat ini kau memutuskanku. Aku tidak yakin apa aku sanggup berpisah denganmu. Oppa ini memang berat untukmu. Tapi kenapa perpisahan yang kau inginkan?

Aku pulang dengan gontai. Airmataku tidak bisa ku bendung. Aku hanya bisa menangis sepanjang jalan. Sampai di rumah ku tumpahkan tangisanku di kamar sambil memeluk boneka beruangku.



Bel rumah kami berbunyi. Aku menyeka airmataku dan turun ke bawah. Yoo Seung Ho?
Aku membuka pintu.

"Annyeong Nuna. Gwaenchana?" tanyanya. Wajahnya kelihatan khawatir.

"Masuklah." ajakku. Kami lalu duduk di ruang tamu.

"Aku melihatmu menangis di jalan tadi. Apa yang terjadi?"

aku menahan agar airmataku tidak keluar.

"Seung Ho-ah, aku berpisah dengan Joong Ki oppa." ujarku.

"Jongmal?" tanyanya. Aku mengangguk.

"Aku merasa kecewa Seung Ho-ah. Dulu Joong oppa menyuruhku untuk percaya padanya. Sekarang saat aku percaya sepenuhnya atas hubungan kami, dia memintaku untuk mengakhiri semuanya. Aku sudah berusaha menguatkan diriku untuk merelakannya demi Ji Yeon yang benar-benar membutuhkannya, tapi ini sangat sulit karna aku..aku masih sangat mencintainya." aku tersedu. Seung Ho mendekapku dan menenangkanku.

"Kuatkan dirimu Nuna." ujarnya.

"Apa aku bisa melupakannya?" tanyaku.

"Nuna tdk bisa memaksa diri utk melupakannya kalau Nuna memang masih mencintainya."


Aku merasa kelelahan dan akhirnya tertidur.

____
Ketika terbangun aku baru menyadari kalau aku masih di ruang tamu, tidur dalam dekapan Seung Ho. Seung Ho sendiri sepertinya masih tidur. Kepalanya bersandar di kepalaku. Kedua tangannya memeluk tubuhku erat. Ku lirik jam di dinding. Masih pukul 3 pagi Aku kembali menutup mataku.

"Aish, dingin sekali." kudengar Seung Ho menggumam pelan. Dia menarik tangannya perlahan. Kemudian menyandarkan kepalaku ke sofa. Aku membuka mataku sedikit dan melihat Seung Ho masuk ke kamar Heechul oppa kemudian keluar membawa 2 bantal dan selimut. Kemudian meletakkannya di ruang tengah yang agak luas. Aku lalu menutup kembali mataku ketika dia berjalan ke arahku. Seung Ho mengangkatku ke ruang tengah dan menyandarkan kepalaku di atas bantal lalu menyelimuti tubuhku.

"Nuna, padahal kau begitu cantik, tapi kenapa Joong Ki Hyung menyakitimu." dia membelai rambutku lembut.

"Aku akan menjagamu sampai pagi Nuna." ujarnya.


Tiba-tiba aku merasakan bibirnya menyentuh bibirku lembut. Aku merasa terkejut dan jantungku berdegup kencang dan terakhir dia mendekapku erat. Aku berusaha tenang dan kembali melanjutkan tidurku.

Paginya ketika terbangun aku kembali terkejut melihat wajah Seung Ho tepat di depan wajahku. Aku memandangi wajahnya yang masih terlelap. Wajahnya sangat manis. Dia punya alis yang bagus. Bibirnya juga. Akh, aku jadi teringat kejadian semalam. Ciuman itu. Apa arti ciuman itu? Aku menyentuh bibirku yang bergetar. Joong Ki oppa tidak pernah sekalipun menciumku. Hubungan yang singkat itu. Aku menangis sedih. Joong Ki oppa, namjachingu ku yang bersinar. Kenapa dia secepat ini melepaskanku?

"Nuna sudah bangun?" tanya Seung Ho.

"Kenapa Nuna menangis?" tanyanya lagi. Dia mengusap-usap pipiku lembut.

"Jangan menangis lagi okay." aku mengangguk.

____
Seminggu aku tidak masuk kampus. Aku lebih aktif di coffee shop tempatku bekerja dulu. Seung Ho beberapa kali datang menemuiku.

Rabu, 20 Juli 2011

Fanfic Sarangeul Yuji part 8

Heechul oppa lalu mengajakku keliling kota lagi. Begitu melihat boneka beruang putih besar yg di pajang di etalase sebuah toko, dia langsung mengajakku masuk dan membelikannya untukku.

"Oppa ini terlalu kekanak-kanakan." ujarku malu sambil melirik beberapa pasangan yang memperhatikan kami.

"Siapa yang bilang begitu? Itu cuma perasaanmu saja."

"Tapi oppa...."

"Apa lagi? Kalau kau kangen denganku kau bisa memeluk boneka itu sesuka hatimu." ujarnya. Aku menggandeng tangannya dan tersenyum jahil. Lalu kami pulang setelah membayar harga boneka itu.

Begitu sampai rumah, Yoo Seung Ho kaget melihat kami berdua.

"Kalian.....kalian pergi berdua?" tanyanya.

"Kenapa? Kau cemburu?" tanya Heechul oppa.

"Hyak! Siapa yang cemburu? Aku hanya heran melihat kalian berdua pergi bersama. Tidak biasanya Heechul hyung pergi bersama-sama dengan Yoo Jin nuna seperti ini." ujar Seung Ho.

"Mari masuklah. Diluar dingin." ajakku.

"Ayo." Heechul oppa merangkul Seung Ho ke dalam rumah kami.

____
Aku berjalan dengan santai memasuki kampus.

"Yoo Jin-ssi." Seung Ho menepuk bahuku.

"Mwo?"

"Kenapa wajahmu murung begitu? Apa kau baik-baik saja?" tanyanya.

"gwaenchana."

"Ayo kita makan dulu?" ajaknya.

"Pergilah. Aku sudah makan." ujarku.

Aku lalu pergi menuju ruangan Joong Ki oppa. Ternyata dia tidak ada di ruangannya. Teman-temannya bilang kalau Joong Ki ada di ruangan Pak Oh. Aku bergegas ke ruangan Pak Oh dan mengintip dari luar. Sepertinya Joong Ki oppa sedang di marahi Pak Oh.

"Kenapa tugasmu belum selesai? Semua ingin kau menjadi lulusan terbaik tahun ini. Bagaimana mungkin kau bisa menjadi lulusan terbaik kalau kau masih bermain-main seperti ini? Bahkan tugas untuk jangka waktu seminggu pun tidak bisa kau selesaikan dengan baik." Pak Oh terlihat marah sekali. Aku kasihan melihat Joong Ki oppa yang hanya bisa menunduk. Mungkin dia lelah karna pergi ke Pulau Jeju semalam. Pak Oh lalu menyuruhnya keluar. Joong Ki oppa keluar dengan wajah lesu.


"Oppa." seruku.

"Yoo Jin-ah." dia terkejut melihatku.

"Gwaenchana?" tanyaku.

"Ye." dia mengangguk dengan lesu.

"Apa yang terjadi?"

"Bukan apa-apa." ujarnya sambil berusaha tersenyum.

"Apa oppa sudah makan siang?" tanyaku.

"Aku sudah makan tadi dengan Ji Yeon." ujarnya. Aku tersenyum lemah. Oppa, apa tidak ada waktu lagi untukku.

"Aku ke ruanganku dulu." ujarnya lalu pergi. Aku mengangguk dan menatapnya sedih. Aku kemudian berjalan ke arah kantin. Memesan makanan kemudian menikmati makan siangku dengan sedih.

"Yoo Jin-ssi, kau ke kantin juga?" tanya Seung Ho yang langsung duduk di depanku. Aku tersenyum sedih.

"Ada apa denganmu?" tanyanya. Aku hanya tersenyum.

"Cepat katakan padaku. Apa yang terjadi?" desaknya. Aku menangis.

"Nuna...." Seung Ho menghapus airmataku.

"Tidak ada apa-apa Seung Ho. Percayalah padaku" ujarku masih menangis.

"Aku tidak mungkin percaya kalau masih menangis begitu."

Aku menghapus airmataku.


"Aku tidak tau harus bersikap bagaimana. Aku tidak tau apa aku harus percaya lagi. Joong Ki oppa sepertinya benar-benar mengabaikanku. Aku bisa mengerti kalau Joong Ki oppa lebih mempedulikan Ji Yeon karna dia sedang sakit, tapi aku merasa Joong Ki oppa hanya akan menyediakan waktu untuk Ji Yeon saja, ini sangat menyakitkan untukku. Aku takut Seung Ho.... Aku takut Joong Ki oppa akan meninggalkanku." ujarku terisak. Seung Ho menenangkanku. Dia mengajakku pergi setelah membayar makanan yang ku pesan.

"Kalau Nuna yakin Joong Ki hyung masih mencintai Nuna, Nuna harus percaya padanya sampai akhir." ujarnya. Seung Ho mengajakku masuk ke ruangan kami.

____
Heechul oppa menyambutku dengan senyumnya yang manis saat aku tiba di rumah sepulang dari kampus.

"Kenapa oppa di rumah? Oppa tidak kerja?" tanyaku.

"Hari ini pekerjaannya tidak begitu banyak. Ayo kita makan. Kau pasti sudah lapar." ujarnya sambil merangkulku masuk ke dalam.

"Apa oppa yang memasak?" tanyaku. Dia mengangguk.


Kami berdua duduk di ruang makan.

"Yoo Jin-ah, mungkin Sabtu ini aku akan ke menjemput Appa dan Umma." ujar Heechul oppa.

"Jongmal?"

"Ye. Sebenarnya aku ingin mengajakmu, tapi uang yang ku punya tidak cukup."

"Tidak apa oppa, aku cukup di rumah saja. Apa Appa sudah sembuh?" tanyaku.

"Appa sudah agak baikan. Umma menyuruhku menjemput mereka. Apa kau yakin tinggal di rumah sendirian?" tanyanya sedikit khawatir.

"Aku bisa berteriak memanggil Seung Ho." ujarku

"Ah, ya. Aku lupa kalau Seung Ho bisa menjagamu. Ayo habiskan makananmu lalu kita cuci selimut."

"ayo." ujarku dengan semangat.

____
Beberapa hari ini aku dan Heechul oppa sibuk membersihkan rumah. Dan di hari Sabtunya aku mengantarnya ke Bandara.

"Jaga dirimu oppa." ujarku.

"Kau juga. Jika terjadi sesuatu cepat hubungi aku." aku mengangguk. Heechul oppa memelukku.

"Anyeong Yoo Jin-ah." ujarnya.

"Anyeong oppa. Titip salam buat Appa dan Umma." ujarku. Dia tersenyum.

"Pasti."

Selasa, 12 Juli 2011

Fanfic Love Story part 1

¤_LOVE STORY_¤

Casting:
> Lee Jun Ki
> Park Hyo Mi
> Cho Kyu Hyun
> Lee Dong Hae
Genre: romance

_HYO MI STORY_
Aku berlari menuju kelasku. Aish, sial. Aku telat lagi. Pak Goo pasti akan menyambutku dengan tampang sangarnya.

Kelas terlihat tenang. Pintu kelasku sedikit terbuka. Aku membukanya perlahan. Tiba-tiba..... Byur... Seember air yang di letakkan di atas pintu menyambutku tanpa kompromi. Dan ember itu tepat mengenai kepalaku. Aku memandang seisi kelas yg tertawa melihatku. Apalagi Lee Jun Ki, namja yg terkenal angkuh, dia tertawa sinis dgn tatapan merendahkan.

"Hyak! Kenapa kau menatap kami seperti itu? Bukankah kau pantas mendapatkannya? Sekarang apa kau sudah bangun dari tidurmu?" tanyanya sinis.

Aku menatapnya tajam.

"Wae? Kau marah? Apa orang sepertimu pantas marah?" tanyanya lagi.

Aku berbalik, tapi Pak Goo sudah di depan pintu.

"Ckckck, apa-apaan ini? Cepat berdiri di luar kelas sampai pakaianmu kering." ujar Pak Goo.

Aku menuruti perintahnya.


_JUN KI STORY_
Pak Goo menyuruh Hyo Mi keluar. Aku tidak heran lagi tentang hal itu. Hampir sebagian guru dan siswa tidak menyukainya. Sebenarnya Hyo Mi bukan gadis yg buruk bahkan kami tidak mempunyai alasan yg tepat untuk tidak menyukainya. Kami hanya senang mengerjainya. Memperhatikannya mendapat perlakuan jahat kami setiap hari. Jika ada yg bertanya kenapa kau tidak menyukainya aku akan menjawab tidak tau. Dan menurutku dia pantas mendapat perlakuan itu karna dia bodoh. Hampir di semua pelajaran dia mendapat nilai Kurang. Meskipun dia punya wajah yg lumayan manis, jika dia bodoh tentu tidak akan ada yang menyukainya.

_HYO MI STORY_
Aku sudah menduga akan seperti ini jadinya. Semua pasti akan menyalahkanku. Sekalipun Jun Ki atau yg lainnya berbuat salah. Tetap saja aku yg akan di salahkan.

Aku memperhatikan seragamku yg basah sambil tersenyum pahit kemudian berjalan menuju atap sekolah. Udara hari ini sangat dingin. Aku menghirup udara yg terasa sejuk dan menggigil kedinginan. Aku berharap mendapat sinar matahari di musim dingin kali ini. Aku menggosok-gosokkan kedua tanganku.

"Disini dingin sekali. Apa yg kau lakukan disini?" seorang namja mengejutkanku.


_DONG HAE STORY_
Aku menapaki anak tangga menuju atap sekolah menghindari pelajaran olahraga yg kubenci. Ku masukkan tanganku ke saku celanaku. Aku kaget saat melihat seorang yeoja berdiri dgn seragam basah kuyup.

"Disini dingin sekali. Apa yg kau lakukan disini?" tanyaku. Dia menoleh kaget.

"Ah, aku hanya mengeringkan seragamku." ujarnya sambil tersenyum.

"Butuh waktu lama untuk mengeringkan pakaian disini saat cuaca seperti ini." ujarku.

"Benarkah?" ujarnya.

"Ye. Angin memang bisa membuat pakaianmu cepat kering. Tapi apa kau mau terkena flu karna berdiri seharian di sini?" tanyaku lagi.

Dia hanya tersenyum malu. Senyumnya benar-benar manis sekali.

"Aku tau tempat yg bisa membuat pakaianmu cepat kering. Ayo ikut aku." aku menggenggam tangannya dan mengajaknya ke bawah.

_HYO MI STORY_
Aku terkejut saat
seorang namja berwajah cute menyapaku di atap sekolah. Dia punya wajah yg tampan. Gayanya keren. Aku tidak pernah melihatnya di lingkungan sekolah. Dia orang yg sangat baik. Setelah bertahun-tahun sekolah baru kali ini ada orang yg benar-benar baik padaku. Dia
mengajakku ke kelasnya dan mengambil seragam sekolah.

"Ini pakailah." ujarnya.

"Tapi ini kan seragam buat namja?" tanyaku.

"Kau bisa sakit karna memakai baju basah seperti itu."

"Tapi bagaimana denganmu?" tanyaku lagi.

"Biar aku memakai seragam olahraga saja."

"Apa tidak apa-apa?" tanyaku.

"Tidak apa-apa. Pergilah ganti pakaianmu lalu masuk ke kelas." ujarnya.

"Ye, gamsahamnida." ujarku lalu pergi ke toilet mengganti pakaianku.

Aku memakai seragam yang agak besar untukku itu lalu masuk ke dalam kelas.

Aku memberi salam pada Pak Goo. Dia menatapku heran.

"Hyak, kenapa kau memakai seragam untuk namja?" tanyanya. Seisi kelas menertawaiku.


"Aku ingin mengikuti pelajaran bapak, jadi aku meminjam seragam ini dari kelas lain."

"Ya sudah duduklah."

"Gamsahamnida." ujarku sambil membungkukkan badan lalu berjalan ke arah bangkuku. Aku duduk dengan ceria. Huwah, akhirnya aku bisa belajar juga. Tapi tiba-tiba aku teringat, tas dan seragamku masih di toilet. Aku permisi keluar dan mengambilnya.

_JUN KI STORY_
Kami kaget begitu melihat Hyo Mi masuk ke kelas dengan seragam untuk namja. Tanpa di beri aba-aba kami langsung tertawa. Tapi dia sepertinya tidak peduli. Bahkan dia tersenyum ceria saat Pak Goo menyuruhnya duduk.

Belum ada 1 menit dia duduk dia permisi keluar lagi. Kami menggeleng-geleng melihatnya. Si ceroboh itu. Tak berapa lama dia masuk sambil menenteng tasnya dan seragamnya yg basah. Sampai di bangkunya yg terletak di seberang kananku dia mengibaskan seragamnya ke arah kami.

"Hyak! Apa yg kau lakukan?" ujarku kesal karna air dari seragamnya yg basah itu mengenai wajahku dan buku-bukuku.

"Mianhae." ujarnya.

Minggu, 10 Juli 2011

Fanfic Sarangeul Yuji part 7

Heechul oppa benar-benar menjemputku. Dia membawa mobil keluarga kami yang biasa di bawanya untuk pergi kerja.

"Ayo masuk" ujarnya. Aku tersenyum lalu masuk.

"Ada apa denganmu oppa?" tanyaku.

"Ada apa, apanya?" dia menatapku. Tatapan matanya tidak tajam seperti biasanya.

"Oppa tidak biasanya meneleponku." ujarku.

"Kau habis menangis?"

"Aniyo." ujarku berbohong.

"Itu apa?" tanyanya

"Mwo?"

"Bola matamu berkilat-kilat seperti habis menangis. Hidungmu juga memerah." ujarnya.

"Jongmal? Mungkin aku kedinginan."

"Sejak kapan kau mulai berbohong begini?"
Aku terdiam. Mobil masuk ke garasi rumah.

"Apa itu?" tanyanya sambil menunjuk bungkusan yang aku pegang.

"Mie ramen."

"Jadi kau keluar malam-malam begini cuma untuk beli mie ramen?" tanyanya. Aku terdiam lagi. Dia merebut bungkusan itu dari tanganku. Aku kaget.

"Apa kau mau menghabiskannya sendiri? Ayo masuk." ajaknya. Aku tersenyum melihatnya. Tadinya aku khawatir dia marah.

4

____
Aku merebahkan tubuhku di tempat tidur setelah makan malam dengan Heechul oppa tadi. Orang-orang yang aku sayangi benar-benar telah berubah sekarang. Orang yang awalnya tidak peduli denganku menjadi peduli. Orang yang awalnya memperdulikanku mulai mengabaikanku. Ponselku berdering. Joong Ki oppa.

"Ye oppa." ujarku.

"Apa kau sudah tidur?"

"Belum."

"Jinjja?"

"Ye oppa tentu saja. Kalau tidak aku pasti tidak mengangkat ponselku sekarang."

"Yoo Jin-ah, aku dan Ji Yeon mungkin besok akan berlibur ke Pulau Jeju. Sepertinya Ji Yeon sangat menyukai piknik."

"Jongmal?"

"Ye."

"Bagaimana dengan tugas kuliah oppa?"

"Aku bisa mengerjakannya sepulang dari sana."

"Memangnya kapan dikumpulkan?"

"Hari Senin."

"Apa ini tidak terlalu mendesak?" tanyaku lagi.

"Tenang saja." ujarnya.

"Hati-hati oppa." ujarku.

"Ye. Arasso. Anyeonghi jumuseyo." ujarnya.

"Ye oppa calcayo." ujarku. Setelah dia mematikan ponselnya aku terisak. Menangis sedih di atas tempat tidurku.

Sekarang Joong Ki oppa lebih mempedulikan Ji Yeon daripada aku. Bahkan urusan kuliahnya sendiri di nomor duakan seperti itu.

____
Aku terbangun karna udara dingin yang masuk dari jendela kamarku yang terbuka.

"Kalau masih ngantuk tidurlah lagi." ternyata Heechul oppa duduk di dekat jendela kamarku.

"Apa yang oppa lakukan di kamarku?" tidak biasanya dia seperti ini.

"Apa aku tidak boleh masuk ke kamar adikku sendiri?" dia menatapku sambil tersenyum. Ah, Heechul oppa terlihat lebih tampan kalau tersenyum.

"Cepat mandi, aku akan siapkan sarapan." ujarnya lalu keluar.

Aku melongo. Apa ini? Oppa benar-benar aneh.

Aku terkejut saat memasuki ruang makan. Heechul oppa memasak banyak pagi ini. Ckckck, Semua masakannya bisa untuk seminggu porsi satu orang.

"Apa kau merasa segar?" tanyanya.

"Ye oppa." ujarku.

"Sini, duduklah." dia menarik satu kursi. Kami lalu duduk berhadapan.

"Ada apa dengan oppa?" tanyaku.

"Wae?"

"Oppa kelihatan berbeda." ujarku.

"Makanlah. Sehabis ini aku akan mengajakmu pergi. Sepertinya kita jarang pergi berdua." ujarnya. Aku mengangguk senang. Syukurlah kalau dia mulai menyadarinya.

____
Heechul oppa mengajakku berkeliling kota Seoul. Dia menggenggam tanganku erat, mungkin berusaha untuk menjaga biar tanganku tetap hangat. Kami mengunjungi beberapa toko kaset dan saat waktu makan siang dia mengajakku ke restoran Jepang, menikmati mie ramen.

"Oppa, aku masih merasa heran dengan perubahan oppa yang tiba-tiba ini." ujarku di sela-sela aku menyeruput mieku.

"Wae? Apa aku tidak boleh melakukannya? Apa ada yang marah kalau aku pergi dengan adikku?" tanyanya.

"Bukan begitu oppa. Oppa tidak biasanya seperti ini."

"Aku hanya ingin membuat adikku bahagia. Apa kau tidak merasa bahagia pergi denganku?" tanyanya.

"Tentu saja aku senang. Heechul oppa gamsahamnida atas jalan-jalannya hari ini. Gamsahamnida atas makan siang.. "

"Aku tidak menyuruhmu bilang begitu." selanya.

"Jadi oppa ingin aku mengungkapkannya seperti apa?" tanyaku.

"Cukup dengan senyuman." ujarnya.

"Senyuman." ujarku sambil tersenyum. Dia memukul kepalaku dengan sumpitnya.

"Dasar babo! Bukan begitu maksudku. Apa karna jarang di perhatikan kau jadi seperti ini? Smile, smile." ujarnya jutek. Aku tertawa.

"Kau ini. Kenapa tertawa?"

"Inilah oppaku yang sebenarnya. Sensitif dan jutek. Aku lebih nyaman dengan dirimu yang seperti ini daripada berubah baik secara tiba-tiba" ujarku. Dia menatapku bengong.

"Ya sudah cepat habiskan miemu. Cepat!!" teriaknya kencang. Beberapa pengunjung terkejut. Aku tertawa lagi.

"Omo, oppaku tidak seperti itu" ujarku.

"Yoo Jin-ah, bagaimana hubunganmu dengan Joong Ki?" tanya Heechul oppa, kali ini kelihatan serius.

"Kami baik-baik saja." ujarku dengan senyum terpaksa.

"Jinjja?"

"Ye oppa."

"Kenapa dia jarang datang ke rumah?" tanyanya sambil menyeruput tehnya.

"Mungkin dia sibuk mengerjakan tugas kuliahnya." ujarku.

"Begitu. Ayo kita pergi." ujarnya