Minggu, 10 Maret 2013

FF Hoya INFINITE



FF INFINITE – Part Hoya

Author                             : Didi Yeollipop
Title                                    : My Lovely Fans
Main Cast                     : Lee Howon aka  Hoya, Jung Hye Mi
Support Cast              : All member INFINITE
Genre                               : Romance,   Sad,
Disclaimer                  : FF ini murni milik saya, baik isi maupun jalan ceritanya. But Hoya dan member Infinite milik agensi mereka :D

Anyeong, sebenarnya udah lamaaa banget pengen ngepost ni FF, tapi berhubung Didi ga punya waktu jadinya sekarang baru di post. Nah di FF kali ini maincastnya Hoya INFINITE. Langsung aja ne hope u like it n happy reading ^^

Ω Ω Ω Ω
Seperti biasanya setiap kali kami ada acara baik itu di studio televisi, panggung, fanmeeting, syuting,  saat showcase ataupun konser di luar Korea aku selalu melihat yeoja itu berdiri di baris paling depan dan terkadang membawa banner bertuliskan namaku, Hoya INFINITE. Gadis berwajah ala baby face dengan kulit putih bersih itu tidak berteriak seperti fans lainnya, cukup hanya menikmati lagu yang kami bawakan sambil menggoyangkan lighstick-nya atau hanya memegang banner yang di bawanya kemudian hanya memperhatikan wajahku dan tersenyum manis.

Ada banyak fans yang seperti itu, tapi yeoja itu terlihat berbeda. Ya... dia memang terlihat berbeda. Dia satu-satunya fans yang mampu membuat jantungku berdegup kencang hanya dengan menatap matanya. Apakah aku jatuh cinta pada fansku sendiri?? Nan mollayo dan aku tidak berusaha mencari tahu itu. Aku hanya mencoba bersikap tak peduli.

“Aahh, aku mengantuk sekali.” Ujar L saat kami masuk ke dalam van setelah selesai syuting untuk sebuah CF.

“Nado.” Ujar Sungjong dengan muka lesu. 

“Kemarilah kalian berdua, aku akan menidurkan kalian satu persatu,” Ujar Yeol yang duduk diantara L dan Sungjong sambil menarik kepala keduanya lalu merebahkan mereka di bahunya.

“Ah, eomma.” L memeluk Sungyeol lalu memejamkan matanya. Sungjong juga melakukan hal yang sama. Aku hanya menggeleng-geleng kepala melihat mereka.

“Ya, apakah kita berdua harus melakukan hal yang sama seperti mereka?” tanya Dongwoo yang duduk di sebelahku.

“Oh, haraboji.” Aku merebahkan kepalaku di bahunya.

“Ya! Ya! Aku tidak setua itu.” Ujarnya tertawa.  

“Ssshh, shikeuro.” Sungyeol menatap kami dengan tatapan tajam.

Aku dan Dongwoo saling pandang dan kemudian tertawa.

“Sunggyu hyung odiya? Kenapa dia tidak masuk juga ke dalam van ?” Woohyun celingak celinguk menatap keluar van dan tentu saja aksinya itu mengundang aksi histeris pada Inspirit yang setia menunggu kami di luar van. 

“Ya!! Geumanhae..  Jangan mengeluarkan kepalamu keluar jendela seperti itu.” Seru Sunggyu hyung masuk ke dalam van sambil menarik kerah baju belakang Woohyun. 

“Oh, hyung... Aku kira para Inspirit menculikmu.” Woohyun memeluk Sunggyu dengan gaya berlebihannya. 

“Ya!!! Itu seribu kali lebih baik daripada diculik dirimu yang super lebay.” Sunggyu melepaskan tangan Woohyun. “Kajja hyung.” Ujar Sunggyu pada manajer kami. Van pun melaju, kami melambaikan tangan ke Inspirit yang masih saja berdiri di luar van. 

“Chagiya... bogoshippo.... Kita akan bertemu lagi kan??” teriak Woohyun ke Inspirit yang membuat mereka makin histeris.

“Oppa.... Oppa....” teriak mereka sambil mengejar van kami. 

Tiba-tiba pandanganku tertuju pada yeoja itu. Fans setiaku. Dia tersenyum sambil melambaikan tangannya. Aku hanya menatapnya tanpa harus tau berbuat apa. Aku cepat-cepat mengalihkan pandanganku sebelum jantungku kembali berdegup kencang. Lalu mencuri pandang melihat yeoja itu yang kelihatannya kecewa.

ΩΩΩΩ
Aku merebahkan tubuhku di tempat tidur seusai mandi malam itu. Ku ambil laptopku dan ku buka akun twitterku. Hum, aku ingin meng-tweet apa ya?? Setelah berpikir beberapa detik, akhirnya ku putuskan untuk melihat mention-an para fans yang menumpuk. Fans memang orang yang paling setia. Aku tersenyum membaca mention-an mereka yang penuh cinta (?) dan mataku tertuju pada satu akun yang avanya tidak asing bagiku. Ya, yeoja itu yang ternyata bernama Jung Hyemi. Hmm, dia tampak manis di fotonya. Aku membaca mention-nya

@hyemi_jung hari ini aku datang ke lokasi syuting member INFINITE dan bertemu @Hoya1991. Aa... Haengbokhae ^^

@hyemi_jung @Hoya1991 Oppa memang terlihat yang paling tampan, kemarin, hari ini dan mungkin besok. Oppa fighting. ^.^

Aku tersenyum, ternyata ada yang tau arti tampan itu sebenarnya. XD

@hyemi_jung aku melambaikan tanganku saat mereka pergi, tapi sepertinya @Hoya1991 Oppa tidak melihatku T.T

Aa, ottohke? Mungkin aku menyakiti hatinya. Mianhae Hyemi-ya.

ΩΩΩΩΩ
“Hoya-ya, ireona... 1jam lagi kita akan mengadakan fanmeeting. Palli, segera ganti pakaianmu.” Sunggyu hyung membangunkanku.

Aku mengucek-ucek mataku dan segera bangun.

“Geurae, arasso.” Ujarku sambil berjalan ke kamar mandi. Aku melihat ke arah ruang tengah dimana Sungyeol sibuk merengek-rengek meminta L untuk menggaruk punggungnya. Ckckckck, dia pasti lupa lagi melepaskan  tag baju yang dipakainya.

“Oh, hyung, kau belum mengganti pakaian?” tanya Sungjong yang telah rapi. 

“Ne.” Ujarku.

“Palli, kita akan berangkat sebentar lagi.” Ujarnya sambil mendorongku masuk ke dalam kamar mandi.

Aku menguap beberapa kali saat akan memasuki ruangan fanmeeting. Teriakan histeris Inspirit membuatku tersadar dari kantukku saat kami memasuki ruangan fanmeeting. Kami melambaikan tangan ke arah fans.

Sunggyu hyung memberikan kata sambutan sebelum kami mengadakan sesi tanda tangan untuk mini album terbaru kami. Aku memperhatikan satu persatu Inspirit yang datang mencoba mencari Hyemi diantara mereka, tapi dia sepertinya tidak datang. Sampai akhirnya tinggal beberapa Inspirit lagi yang albumnya belum di tandatangani dia datang. Dia benar-benar datang. Ah entah kenapa aku merasa senang begitu melihatnya datang. Aku merasa gugup dan jantungku berdegup kencang. Ottohke? Sepertinya aku tidak sanggup untuk bertemu dengannya. Aku cepat-cepat berdiri dan meninggalkan acara fanmeeting. 

“Hoya-ya, odika?” manajer dan para member bertanya dan menatapku bingung.

“Chamkamman, aku akan ke toilet dulu.” Ujarku.

“Jangan lama-lama.” Ujar manajer.

“Ne.” Ujarku.

Aku menatap cermin besar di hadapanku dengan frustasi. Paboya. Sebenarnya apa yang telah kulakukan?? Hoya, kau benar-benar begitu bodoh. Saat dia tidak ada kau mengharapkan kedatangannya, saat dia datang kau malah bersembunyi darinya seperti ini. Aishh, ini karena aku tidak bisa menetralisir perasaanku dengan benar. Aku terlalu pemalu. Ah ya, akhirnya kata itu yang bisa kusimpulkan. Dia hanya fans. Kenapa aku tidak bisa melakukan hal yang sama seperti yang kulakukan pada fans yang lain?? Wae?? Wae?? Wae??
Pintu terbuka, Woohyun masuk.

“Apa yang kau lakukan disini? Ayo, fanmeeting telah selesai. Kita harus mengucapkan terimakasih pada fans.” Woohyun menarikku keluar, aku hanya terdiam dan menurut.

Kami masuk kembali ke ruang fanmeeting. Kulirik yeoja itu, dia sempat menyeka airmatanya sebelum akhirnya tersenyum begitu melihatku datang. Mwoya? Apa dia menangis karnaku? Dia masih memegangi albumnya. Mungkin menunggu untuk ku tandatangani. Baiklah aku akan menandatanganinya di akhir acara saat free hug.

“Gamsahamnida, jongmal gamsahamnida untuk hari ini. Kami merasa tersentuh pada Inspirit yang rela keluar di cuaca yang dingin untuk bertemu dengan kami. Kami harap fanmeeting hari ini bisa mengobati rasa dingin kalian semua. Sampai bertemu kembali. Gamsahamnida.” Kami semua membungkuk di hadapan fans lalu memberikan pelukan gratis untuk mereka sebelum akhirnya keluar ruangan. Tunggu, aku tidak melihat Hyemi sama sekali di barisan fans. Dia tidak mengikuti free hug. Kemana dia ??? Aku berusaha mencarinya diantara fans. Tapi dia tidak kelihatan. 

“Ada apa ??” Tanya Sungyeol.

“Ania.” Ujarku tersenyum lalu mengajaknya keluar ruangan.

“Tadi ada fans yang sepertinya menunggumu. Aku menawarkan untuk menandatangani albumnya, tapi dia menolak.” Ujar Sungyeol.

Aku menatap Sungyeol, mungkinkah itu Hyemi?

“Kajja, mungkin dia akan datang di fanmeeting berikutnya.” Ujar Sungyeol. Aku mencoba tersenyum. Ne mungkin kita akan bertemu lagi, Jung Hyemi.

Ω Ω Ω Ω Ω
Aku menatap keluar jendela dorm dimana salju turun di malam yang semakin dingin. Aku menyeruput kopi milik Sungyeol yang diberikannya padaku saat dia akan ke market bersama Sungjong. Bueehh.... aish.. ini pahit sekali. Bagaimana si choding itu meminum kopi sepahit ini. 

Dorm sepertinya sunyi sekali. Woohyun yang biasanya paling ribut kini adem ayem karna lagi sibuk nonton film Dinosaurus (?) kesukaan Dongwoo bareng Dongwoo dan Sunggyu di ruang tengah. Sedangkan L lagi duduk di sudut ruangan sambil membaca komik pemberian fans.

“Hoyaaaa.........!!!!!!” Teriakan Sungyeol memecah keheningan dorm begitu masuk ke dalam dorm. Semua pandangan tertuju ke arahnya. 

“Kenapa kalian memperhatikanku seperti itu?”tanyanya bingung. Semua bengong kemudian melanjutkan aktivitasnya kembali.

“Waeyo?” ujarku akhirnya.

“Yeoja itu, yeoja itu ada di bawah. Aku dan sungjong melihatnya tadi.” Ujar Sungyeol setengah panik. Deg. Jantungku berdegup kencang, benarkah dia ada di bawah. 

“Yeoja? Nugu?” tanya Sunggyu hyung.

“Fans yang sepertinya menunggu Hoya hyung di fanmeeting tadi siang.” Jelas Sungyeol.

“Aku juga melihatnya tadi.” Ujar Dongwoo.

“Huwah, sepertinya dia fans beratmu sampai-sampai menyusul ke dorm kita.” Ujar Woohyun.

“Cepat turun dan temui dia.” Ujar Sungyeol.

Tanpa berkata apa-apa aku segera berlari keluar. Ku berikan kembali cangkir kopi itu pada Sungyeol. Aku berpapasan dengan Sungjong yang sedang mengomel karna membawa belanjaan yang begitu banyak.

“Aish, Sungyeol hyung benar-benar licik, bagaimana bisa dia menyuruhku membawa belanjaan sebanyak ini. Oh, Hoya hyung, odika?” tanya Sungjong yang tidak ku hiraukan. Pikiranku hanya tertuju pada Hyemi yang mungkin kedinginan di bawah sana.

Dan benar saja dia berdiri diluar sana dengan badan menggigil dan tangan kanannya masih menggenggam mini album terbaru kami. Aku berjalan perlahan mendekatinya.

“Mianhae... aku terlambat.” Ujarku.

Yeoja itu menoleh terkejut melihatku. Omona, yeppeoda. Tanpa sadar aku menggumam. Dia terlihat begitu cantik jika dilihat dari dekat seperti ini. Matanya berkaca-kaca melihatku. Aku mengambil album itu dari genggaman tangannya.

“Oh, otte? Aku lupa membawa pulpen.” Ujarku.

Hyemi segera memberikan pulpen yang ternyata telah disiapkannya.

Aku menandatangani albumnya dan menulis pesan singkat. For my lovely Fans, Jung Hyemi, lalu menyerahkan album itu padanya. Dia menatapku takjub dan memberikanku sebuah kertas bertuliskan
Gamsahamnida

Aku tersenyum.

“Tidak perlu mengucapkan terimakasih.” Ujarku.

Dia lalu mengeluarkan ponselnya dan menuliskan sesuatu lewat stylus.

Bagaimana Oppa bisa tau namaku?

“Itu rahasiaku. Diluar sangat dingin, apa kau sudah makan?” tanyaku.
Dia menulis lagi.

Aku akan makan di rumah nanti. Terimakasih untuk hari ini. Senang akhirnya bisa bertemu Oppa sedekat ini. Aku pikir aku gagal bertemu Oppa hari ini.

“Kau tidak perlu menulis seperti itu, itu akan melelahkanmu. Cukup hanya berbicara denganku.” Ujarku. Lagi-lagi dia menulis.

Sebenarnya aku sangat ingin berbicara denganmu. Tapi aku tidak bisa.

“Wae?” tanyaku bingung. Dia menatapku ragu kemudian menulis lagi.

Aku kehilangan pita suaraku saat kecelakaan beberapa tahun lalu. Tapi besok pagi aku akan melakukan operasi pita suara. Aku harap Oppa mau mendoakanku supaya operasi itu berjalan lancar. 

Aku menatapnya tertegun. Ah, dia pasti merasa sangat sedih.
“Mianhae, aku tidak bermaksud menyinggungmu.” 

Dia hanya tersenyum manis.

“Apa kau tidak lapar? Aku sangat lapar, maukah kau menemaniku makan malam?” tawarku.

Dia menatapku bingung dan kemudian mengangguk. Aku segera menutup kepalaku dengan hoodie yang ku kenakan supaya tidak ada fans lain yang mengenaliku.

Aku menggenggam tangannya yang lembut dan terasa  dingin, lalu mengajaknya ke coffee shop dekat dorm. Kami memilih duduk di sudut ruangan supaya tidak ada fans yang melihatku. Kami menikmati coklat hangat dan roti panggang tanpa bicara sepatah kata pun. Aku tak henti-henti memandangi wajahnya. Aaa, ini benar-benar seperti date. Jantungku masih berdegup dengan kencang. Sepertinya aku benar-benar menyukainya.
Malam makin larut, aku mengantarkannya ke perhentian bus yang menuju ke arah rumahnya. Hanya ada kami berdua di halte. Hyemi lalu menulis sesuatu di ponselnya.

Oppa, terimakasih karena telah mengundangku untuk makan malam. Aku sangat menikmati dan menyukainya. Mungkin aku tidak akan melupakan moment ini di hidupku. Begitu selesai operasi, aku akan lebih sering datang mengunjungi acara-acaramu. Dan Oppa akan menjadi orang pertama yang akan mendengar suaraku. Aku berjanji. Oh, iya, aku memiliki hadiah untukmu, aku harap Oppa menyukainya.

Hyemi menyerahkankan padaku sebuah bingkisan berpita ungu.
“Apa aku boleh membukanya?” tanyaku.

Dia mengangguk. Aku membuka bingkisan itu, dan ternyata isinya sebuah syal berwarna ungu.

“Gomawo.” Ujarku. Dia tersenyum.

“Apa kau mau memakaikannya untukku?” tanyaku. Dia menatapku ragu.

“Jebal, pakaikan untukku.” Ujarku. Akhirnya dia menurut dan melingkarkan syal itu di leherku.

“Hyemi-ssi,  aku juga mempunyai hadiah untukmu.” Ujarku. Dia menatapku bingung. Aku mengangkat dagunya dan mencium bibirnya yang lembut. Dia terkejut dan segera menunduk tidak berani menatapku.
Aish, apa yang telah aku lakukan? Dia pasti berpikir kalau aku nappeun namja.

“Mm.. Mi..mianhae.. Mungkin aku melakukan itu karna aku menyukaimu.” ujarku. Dia menatap ke arahku, kaget, tentu saja.

“Ini bukan main-main, aku benar-benar menyukaimu. Kamu adalah satu-satunya fans yang paling banyak ku perhatikan. Kamu satu-satunya fans yang mampu membuat jantungku  berdegup kencang. Karna sangat menyukaimu aku bahkan tidak mempunyai keberanian untuk bertemu denganmu.” Ujarku sambil menghela nafas dengan gugup. Hhh, akhirnya aku bisa mengungkapkan perasaan yang selama ini hanya bisa ku pendam.
Dia menatapku nanar, airmata keluar dari wajahnya yang lembut.

“Bersemangatlah, begitu operasi pita suaramu sukses aku akan lebih sering mengajakmu keluar. Dan kau akan lebih bebas bertemu denganku sedekat apapun.” Ujarku sambil membelai anak rambutnya dengan lembut. 

Dia menangis dan mengangguk, lalu menulis sesuatu.

Aku akan bersemangat. Gamsahamnida Oppa. Nado saranghaeyo. Jongmal saranghaeyo.

Aku lalu mendekapnya erat.

Ω Ω Ω Ω Ω
Aku bangun pagi dengan semangat kali ini. Rencananya pagi ini aku akan membuat kejutan dengan datang ke rumah sakit tempat Hyemi akan operasi pita suara. Aku memikirkan kejadian kemarin saat aku menyatakan perasaanku padanya di halte bus. Ah, rasanya sudah tak sabar ingin bertemu dengannya. Kami bersiap-siap sarapan pagi saat Sungyeol masuk sambil membawa ponselnya.

“Terjadi sesuatu.” Ujarnya sambil menatap ke arahku.

“Ada apa?” Tanya Sunggyu hyung bingung.

“Wae?” tanya Woohyun lagi.

“Ya! Malhaebwa.” Ujar L tidak sabar.

Aku menelan ludahku, sepertinya berita yang buruk.

“Palli, hyung.” Sungjong tidak mau kalah.

“Apa kita tidak bisa makan dulu sebelum kau memberitahu beritanya?” Tanya Dongwoo sambil menatap semua makanan yang ada di meja.

“Ani. Ini benar-benar berita buruk. Yeoja itu.. yeoja itu meninggal tadi malam. Seusai turun dari bus, dia menaiki taksi menuju rumahnya, tapi taksi itu tergelincir dan menabrak markah jalan.” Ujar Sungyeol.

 “Yeoja? Nugu yeoja?” Woohyun mulai terdengar panik.

“Jung Hyemi. Fans yang ditemui Hoya tadi malam...” terdengar suara Sungyeol mengecil dan menatapku sedikit tidak enak. Semuanya diam.

Deg, jantungku seperti berhenti berdetak. Aku tau yang dimaksud adalah Hyemi. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa itu terjadi sementara dia belum melakukan operasi pita suaranya? Bagaimana bisa? Aku terisak.... Tak peduli  apa yang mereka katakan, aku menangis terisak. Airmataku meleleh.
Sunggyu hyung merangkulku dan menenangkanku.

“Jangan merasa sedih sendirian, berbagilah dengan kami.” Ujar Sunggyu hyung. Aku berbalik dan menangis di bahunya.

“Wae? Kenapa bisa seperti ini? Baru tadi malam aku menyatakan perasaanku dan kami ber janji untuk bertemu lagi, tapi kenapa dia harus pergi secepat ini. Waee.....” isakku.

Sunggyu hyung menepuk bahuku lembut, yang lainnya juga ikut menenangkanku. 

“Geumanhae, Hoya-ya, mungkin dia bukan takdirmu. Uljima. Kalau kau merasa sangat mencintainya, datanglah ke rumahnya.” Ujar Woohyun.

Aku menyeka airmataku. Kulihat semua member mengelilingiku sambil menenangkanku. 

“Gomawo. Kalian yang terbaik.”ujarku.

Ω Ω Ω Ω Ω
Rumahnya terlihat sunyi, hanya ada ibunya dan adik laki-lakinya yang masih menangis. Kami datang saat acara telah selesai. Aku berjalan dengan gontai, seakan-akan ingin jatuh. Airmataku masih mengalir.

“Hyemi-ah...” panggilku. Aku memandangi fotonya yang tersenyum manis.

 “Hyemi-ah, neo ara, pagi ini aku begitu bersemangat ingin bertemu denganmu, ige mwoya? Kau melupakan janjimu untuk lebih sering datang ke acara-acaraku, kau bahkan belum melakukan operasi, padahal aku sangat ingin mendengar suaramu tapi kenapa kau pergi seperti ini. Wae...e.....” isakku parau.

Cukup lama aku menangis di depan fotonya. Memanggil namanya.
Dongwoo merangkulku. 

“Kajja, ayo kita pulang, kau membuat ibunya semakin sedih. Dan Hyemi juga akan sedih melihatmu menangis seperti ini. Kajja.” Dongwoo membawaku keluar ruangan dimana semua member menungguku dengan sedih setelah memberi salam pada ibu dan adiknya.

Ω Ω Ω Ω Ω
Musim dingin datang lagi. Tidak terasa sudah satu tahun Hyemi meninggalkanku. Aku teringat tweet terakhir di akun twitternya.

@Hyemi_jung Hari ini aku merasa bahagia serasa ingin meledak. Seandainya mati sekarang pun aku rela. Saranghaeyo @Hoya1991

Paboya, kenapa dia harus meng-tweet seperti itu? Seolah-olah dia tau dia akan pergi. Padahal aku belum mendengar dia mengatakan Saranghaeyo lewat bibirnya. Aku menyeka airmataku yang perlahan keluar.

Van kami melaju perlahan, aku menatap keluar jendela dimana fans-fans kami berteriak histeris sambil melambaikan tangan. Aku menatap mereka satu persatu berharap aku dapat menemukan Hyemi lagi, satu-satunya fansku yang paling setia dan yeoja yang paling aku cintai.

Gomawo sudah menjadi fansku....
Gomawo sudah mengikutiku kemanapun aku pergi....
Gomawo, jongmal gomawo telah mengizinkanku mencintai seorang Jung Hyemi walaupun hanya sesaat....
For my lovely fans, saranghae yeongwonhi <3

~~ The End ~~

 Thanks for read it. I'll waiting ur coment guys :)










1 komentar:

Silahkan tinggalkan coment anda ^^