Rabu, 20 Juli 2011

Fanfic Sarangeul Yuji part 8

Heechul oppa lalu mengajakku keliling kota lagi. Begitu melihat boneka beruang putih besar yg di pajang di etalase sebuah toko, dia langsung mengajakku masuk dan membelikannya untukku.

"Oppa ini terlalu kekanak-kanakan." ujarku malu sambil melirik beberapa pasangan yang memperhatikan kami.

"Siapa yang bilang begitu? Itu cuma perasaanmu saja."

"Tapi oppa...."

"Apa lagi? Kalau kau kangen denganku kau bisa memeluk boneka itu sesuka hatimu." ujarnya. Aku menggandeng tangannya dan tersenyum jahil. Lalu kami pulang setelah membayar harga boneka itu.

Begitu sampai rumah, Yoo Seung Ho kaget melihat kami berdua.

"Kalian.....kalian pergi berdua?" tanyanya.

"Kenapa? Kau cemburu?" tanya Heechul oppa.

"Hyak! Siapa yang cemburu? Aku hanya heran melihat kalian berdua pergi bersama. Tidak biasanya Heechul hyung pergi bersama-sama dengan Yoo Jin nuna seperti ini." ujar Seung Ho.

"Mari masuklah. Diluar dingin." ajakku.

"Ayo." Heechul oppa merangkul Seung Ho ke dalam rumah kami.

____
Aku berjalan dengan santai memasuki kampus.

"Yoo Jin-ssi." Seung Ho menepuk bahuku.

"Mwo?"

"Kenapa wajahmu murung begitu? Apa kau baik-baik saja?" tanyanya.

"gwaenchana."

"Ayo kita makan dulu?" ajaknya.

"Pergilah. Aku sudah makan." ujarku.

Aku lalu pergi menuju ruangan Joong Ki oppa. Ternyata dia tidak ada di ruangannya. Teman-temannya bilang kalau Joong Ki ada di ruangan Pak Oh. Aku bergegas ke ruangan Pak Oh dan mengintip dari luar. Sepertinya Joong Ki oppa sedang di marahi Pak Oh.

"Kenapa tugasmu belum selesai? Semua ingin kau menjadi lulusan terbaik tahun ini. Bagaimana mungkin kau bisa menjadi lulusan terbaik kalau kau masih bermain-main seperti ini? Bahkan tugas untuk jangka waktu seminggu pun tidak bisa kau selesaikan dengan baik." Pak Oh terlihat marah sekali. Aku kasihan melihat Joong Ki oppa yang hanya bisa menunduk. Mungkin dia lelah karna pergi ke Pulau Jeju semalam. Pak Oh lalu menyuruhnya keluar. Joong Ki oppa keluar dengan wajah lesu.


"Oppa." seruku.

"Yoo Jin-ah." dia terkejut melihatku.

"Gwaenchana?" tanyaku.

"Ye." dia mengangguk dengan lesu.

"Apa yang terjadi?"

"Bukan apa-apa." ujarnya sambil berusaha tersenyum.

"Apa oppa sudah makan siang?" tanyaku.

"Aku sudah makan tadi dengan Ji Yeon." ujarnya. Aku tersenyum lemah. Oppa, apa tidak ada waktu lagi untukku.

"Aku ke ruanganku dulu." ujarnya lalu pergi. Aku mengangguk dan menatapnya sedih. Aku kemudian berjalan ke arah kantin. Memesan makanan kemudian menikmati makan siangku dengan sedih.

"Yoo Jin-ssi, kau ke kantin juga?" tanya Seung Ho yang langsung duduk di depanku. Aku tersenyum sedih.

"Ada apa denganmu?" tanyanya. Aku hanya tersenyum.

"Cepat katakan padaku. Apa yang terjadi?" desaknya. Aku menangis.

"Nuna...." Seung Ho menghapus airmataku.

"Tidak ada apa-apa Seung Ho. Percayalah padaku" ujarku masih menangis.

"Aku tidak mungkin percaya kalau masih menangis begitu."

Aku menghapus airmataku.


"Aku tidak tau harus bersikap bagaimana. Aku tidak tau apa aku harus percaya lagi. Joong Ki oppa sepertinya benar-benar mengabaikanku. Aku bisa mengerti kalau Joong Ki oppa lebih mempedulikan Ji Yeon karna dia sedang sakit, tapi aku merasa Joong Ki oppa hanya akan menyediakan waktu untuk Ji Yeon saja, ini sangat menyakitkan untukku. Aku takut Seung Ho.... Aku takut Joong Ki oppa akan meninggalkanku." ujarku terisak. Seung Ho menenangkanku. Dia mengajakku pergi setelah membayar makanan yang ku pesan.

"Kalau Nuna yakin Joong Ki hyung masih mencintai Nuna, Nuna harus percaya padanya sampai akhir." ujarnya. Seung Ho mengajakku masuk ke ruangan kami.

____
Heechul oppa menyambutku dengan senyumnya yang manis saat aku tiba di rumah sepulang dari kampus.

"Kenapa oppa di rumah? Oppa tidak kerja?" tanyaku.

"Hari ini pekerjaannya tidak begitu banyak. Ayo kita makan. Kau pasti sudah lapar." ujarnya sambil merangkulku masuk ke dalam.

"Apa oppa yang memasak?" tanyaku. Dia mengangguk.


Kami berdua duduk di ruang makan.

"Yoo Jin-ah, mungkin Sabtu ini aku akan ke menjemput Appa dan Umma." ujar Heechul oppa.

"Jongmal?"

"Ye. Sebenarnya aku ingin mengajakmu, tapi uang yang ku punya tidak cukup."

"Tidak apa oppa, aku cukup di rumah saja. Apa Appa sudah sembuh?" tanyaku.

"Appa sudah agak baikan. Umma menyuruhku menjemput mereka. Apa kau yakin tinggal di rumah sendirian?" tanyanya sedikit khawatir.

"Aku bisa berteriak memanggil Seung Ho." ujarku

"Ah, ya. Aku lupa kalau Seung Ho bisa menjagamu. Ayo habiskan makananmu lalu kita cuci selimut."

"ayo." ujarku dengan semangat.

____
Beberapa hari ini aku dan Heechul oppa sibuk membersihkan rumah. Dan di hari Sabtunya aku mengantarnya ke Bandara.

"Jaga dirimu oppa." ujarku.

"Kau juga. Jika terjadi sesuatu cepat hubungi aku." aku mengangguk. Heechul oppa memelukku.

"Anyeong Yoo Jin-ah." ujarnya.

"Anyeong oppa. Titip salam buat Appa dan Umma." ujarku. Dia tersenyum.

"Pasti."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan coment anda ^^