Minggu, 21 Agustus 2011

Fanfic Please Love Me Again Part 3

Tapi aku terlalu takut untuk masuk. Aku hanya bisa menangis kemudian berlari ke kantor guru untuk mencari orang yg bisa membantuku. Beruntung bagiku saat seorang namja kakak kelasku keluar dari kelasnya.

"Tolong bantu aku." ujarku.

Dia menatapku bingung.

Aku langsung menariknya ke kelas Cheon Doong oppa. Tapi kami terlambat para namja itu sudah pergi tinggal Cheon Doong oppa yg berbaring di lantai dengan baju kotor dan penuh luka.

"Oppa, oppa, " aku terisak memanggilnya. Tapi dia tidak mendengar panggilanku.

"Dia pingsan. Ayo kita bawa ke rumah sakit." ujar namja itu.

Kami memapah tubuhnya sampai ke depan. Tanganku kiriku sibuk menenteng tas dan keranjang berisi kucingnya.

Aku menyetop taksi dan langsung menuju rumah sakit terdekat. Aku dan namja itu menunggu di depan ruangannya.

"Apa yg terjadi?" tanya namja itu.

"Mollayo. Beberapa orang namja memukulinya sampai seperti itu." ujarku.

"Kau harus merahasiakan ini dari orang lain kalau kau tidak ingin orang-orang itu mencarimu dan memukulimu seperti itu. Ini juga demi keselamatannya. Aku harus pulang. Jaga dia baik-baik." ujarnya. Aku mengangguk.

"Gomawo." ujarku.

Dia tersenyum manis.

_MIR POV

Aku tersenyum manis pada Yeoja yg menurutku lumayan manis itu. Dia mungkin sangat mencintai namja itu. Kapan aku bisa mendapatkan seorang yeoja yg mencintaiku dengan tulus seperti itu? Aku tersenyum dan menggeleng-geleng. Ya! Apa yg ku pikirkan ini?

_CHEON DOONG POV

Saat membuka mata, aku terkejut ketika ku dapati diriku di sebuah ruangan apartemen kecil. Aku merasa badanku terasa sakit. Aish, namja-namja itu. Aku pasti akan membalasnya. Mereka pikir aku merebut pacar mereka. Cih, aku bahkan tidak semudah itu menyukai orang lain. Kenapa harus merebut pacar orang lain?

Aku teringat saat lima orang namja datang ke kelasku siang itu sambil membawa tongkat besi.

Tanpa aba-aba mereka langsung memukul kakiku dengan tongkat besi. Aku mengeluh kesakitan.

"Apa yg kalian lakukan?" ujarku sambil meringis kesakitan.

"Kau terlihat pendiam dan dingin dari luar. Tapi sebenarnya kau itu hanya orang yg kesepian dan senang merebut pacar orang lain. Apa kau tidak bisa mendapatkan pacar dengan tampangmu seperti itu?" ujar salah satu namja.

"Mwo? Merebut pacarmu? Cih, yang benar saja. Kau pikir aku serendah itu merebut milik orang lain." ujarku kesal. Mereka kembali memukulku dengan tongkat besi. Mungkin tulang kakiku remuk karna di pukul bertubi-tubi.

"Chagiya, sini. Ini makanlah. Kau pasti lapar. Tenang saja. Cheon Doong oppa tidak apa-apa. Kau harus makan. Hm, kucing pintar."

Aku menoleh. Yeoja Jepang itu duduk di sudut ruangan sambil memberi makan Dadoong, kucingku.

Jadi ini rumah Yeoja Jepang itu. Aku memperhatikan sekelilingku.

Hhh, disini nyaman sekali. Aku merasa hangat. Kenapa yeoja Jepang itu bisa membawaku ke sini? Ruangannya sangat rapi. Dindingnya dilapisi kertas dinding warna biru laut. Terlihat segar di mata.

Waktu ingin bangkit aku merasa tangan dan kakiku kaku. Akh, ini pasti karna penyerangan tadi. Hhh, apa yg harus aku lakukan? Aku ingin ke toilet.

Aku memaksakan untuk bangkit tapi tidak bisa.

"Huwah, kau manis sekali. Aku jadi merindukan Ichigo. Kalau Ichigo disini kalian pasti akan berteman dengan baik. Kamu sangat cute. Pantas saja Cheon Doong oppa sangat menyukaimu." yeoja itu memeluk Dadoong beberapa kali dan mengelus bulunya dengan lembut.

"Permisi.." ujarku.

Yeoja itu kaget dan langsung meletakkan Dadoong. Dia menatapku dengan gugup.

"Aku ingin ke toilet." ujarku.

"Oh ya. Toiletnya ada di sebelah sini." ujarnya sambil menunjuk sebuah pintu.

Aish, apa dia tidak sadar kalau aku sedang sekarat begini?

Untuk beberapa saat dia memperhatikanku yg tidak bergeming juga. Aku menunjuk kaki dan tanganku yg sekarat dengan tatapan-aku-sedang-sekarat-apa-kau-tidak-bisa-melihat-dengan-jelas.

Dia langsung mengerti dan langsung membantuku bangkit. Kemudian memapahku ke toilet. Dia sedikit kesulitan saat memapahku. Mungkin karna badannya yg kecil.

_AYUMI POV

Kenapa aku bisa sebodoh itu? Dia benar-benar butuh pertolonganku. Tapi aku samasekali tidak tanggap.

Cheon Doong oppa keluar dari toilet. Aku memapahnya kembali ke tempat tidur. Jantungku berdegup dengan kencang.

Tiba-tiba kucingnya menghalangi langkah kami sehingga kami berdua jatuh. Dia tepat jatuh di atasku. Aku hampir tidak bisa bernafas karna terkejut. Wajahnya juga sedikit gugup.

"Mianhae." ujarku.

"Dadoong-ah. Apa yg kau lakukan?" Cheon Doong berusaha bangkit. Tapi dia kesulitan.

Akhirnya kami berdua sama-sama bangkit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan coment anda ^^